PEKANBARU (RIAUSKY.COM) — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Kenangan, Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (10/8/2026). Pertemuan ini tersambung secara daring dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto.
Dalam rapat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto melaporkan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.102/II/2026. Penetapan status siaga darurat tersebut berlaku mulai 13 Februari hingga 30 November 2026 mendatang.
SF Hariyanto menyampaikan sebanyak 11 kabupaten dan kota di Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat serupa di wilayah masing-masing. Berdasarkan pemantauan per hari ini, petugas menemukan sebanyak 106 titik panas (hotspot) dan 7 titik api (firespot) yang tersebar di wilayah Riau.
Secara akumulatif, total luas lahan terbakar di Provinsi Riau sejak 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 telah mencapai 15.608,37 hektare. Wilayah terdampak paling luas tercatat di Kabupaten Bengkalis seluas 8.272,90 hektare, disusul Kabupaten Pelalawan sebesar 4.629,39 hektare dan Kabupaten Indragiri Hilir seluas 854,26 hektare.
Sementara itu, Kota Dumai mencatat area terbakar seluas 553,01 hektare, Rokan Hilir 452,53 hektare, Siak 300,62 hektare, Kepulauan Meranti 202,36 hektare, dan Indragiri Hulu 123,62 hektare. Untuk daerah lainnya, luas lahan terbakar tercatat di Kampar sebesar 85,27 hektare, Kuantan Singingi 57,95 hektare, Pekanbaru 47,29 hektare, serta Rokan Hulu seluas 29,16 hektare.
"Penanganan Karhutla di Provinsi Riau berjalan dengan baik karena didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. Selain itu, potensi personel penanggulangan Karhutla yang kami siagakan mencapai 17.764 orang," ujar SF Hariyanto.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah melancarkan berbagai langkah pencegahan, mulai dari sosialisasi maklumat larangan membakar hingga peningkatan edukasi pembukaan lahan tanpa bakar kepada masyarakat. Pihaknya juga menggiatkan pemantauan harian, patroli rutin, pemeriksaan lapangan (groundcheck), serta telah menyelenggarakan Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dari tingkat nasional hingga kabupaten/kota.
Selain penyiagaan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api, Pemprov Riau juga menambah alat berat untuk pembersihan kanal dan pembuat embung air.
"Kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dunia usaha dalam upaya pencegahan serta pemadaman Karhutla, baik melalui jalur darat maupun udara," pungkas SF Hariyanto.
Listrik Indonesia

