PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pelaksana tugas Gubernur Riau (Plt Gubri) SF Hariyanto mengimbau seluruh perusahaan maupun pelaku usaha yang ada di Riau untuk memberikan data yang benar dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Pasalnya, data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai penting sebagai gambaran kondisi ekonomi sekaligus dasar pemerintah menentukan kebijakan ke depan.
Plt Gubri SF Hariyanto meminta perusahaan agar tidak ragu memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya saat didata petugas sensus.
Menurutnya, kualitas data akan menentukan ketepatan pemerintah dalam membaca kondisi ekonomi dan menyusun langkah selanjutnya.
“Berikanlah data yang akurat yang pasti agar nanti dari pemerintah dapat menilai mana langkah-langkah yang tepat untuk ke depannya mengambil kebijakan. Berikanlah informasi yang benar dan tepat pada pengisian sensus ekonomi,” ujar SF Hariyanto, Jumat (14/8/2026).
Sebelumnya, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengungkapkan pendataan perusahaan besar masih menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Menurut Sonny, proses pendataan perusahaan besar membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan usaha kecil dan menengah. Salah satu kendalanya adalah adanya perusahaan yang menolak didata, meskipun jumlahnya tidak banyak.
Selain penolakan, petugas juga menghadapi proses internal perusahaan yang cukup panjang. Sebagian perusahaan harus meminta persetujuan atau berkoordinasi terlebih dahulu dengan kantor pusat sebelum memberikan data kepada petugas sensus.
Pengisian data juga tidak selalu dapat dilakukan oleh satu orang karena informasi yang dibutuhkan berasal dari berbagai bagian perusahaan.
“Untuk data keuangan harus dari divisi keuangan, ketenagakerjaan dari divisi SDM, penjualan dari divisi penjualan. Jadi memang tidak bisa diisi oleh satu orang dan membutuhkan waktu yang cukup lama,” katanya.
Kondisi lainnya muncul ketika pemilik atau pengambil keputusan perusahaan sedang tidak berada di lokasi saat petugas melakukan pendataan. Dalam situasi tersebut, petugas harus menjadwalkan ulang wawancara dan pengumpulan informasi.
Meski menghadapi sejumlah kendala, proses pendataan tetap dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi dunia usaha dan perekonomian.
Bagi pemerintah daerah, data tersebut menjadi salah satu bahan penting untuk melihat kondisi ekonomi secara lebih nyata. Karena itu, partisipasi perusahaan maupun pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar menjadi bagian penting agar hasil sensus dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan pembangunan.
Listrik Indonesia

