Prabowo Perintahkan Buat 300 Bor Air di Seluruh Hotspot di Riau

Prabowo Perintahkan Buat 300 Bor Air di Seluruh Hotspot di Riau

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memimpin Rapat Penanggulangan Karhutla di Provinsi Riau di Posko Aju Provinsi Riau, Senin (24/8/2026).

Rapat dihadiri Panglima TNI Jendral Agus Subianto, Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Mendagri M Tito Karnavian, Mensesneg Presetyo Hadi, Kepala BNPB, Seskab Teddy Indrawijaya, Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala BPBD Riau M Edy Afrizal.

Pada kesempatan itu, Presiden mendapatkan penjelasan dari Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal bahwa total masih ada 306 hotspot terpantau ada di Riau dan 7 di antaranya merupakan titik api.

Terkait itu, Presiden memerintahkan agar Satgas Karhutla di Provinsi Riau untuk tidak menunggu hotspot menjadi titik api.

''Jadi, jangan menunggu jadi titik api, masuk ke titik hotspot itu dan segera ambil tindakan dini,''perintah Presiden Prabowo.

Terkait itu, Presiden Prabowo secara taktis langsung memerintahkan agar segera dibuat sumu-sumur bor untuk bisa mendapatkan air.

''Tempat-tempat itu bisa dibuat bor air, kedalamannya berapa?'' tanya Presiden.

Kepala BPBD Edy Afrizal mengungkapkan bisa, dan diperkirakan kedalaman dari tiap tiap sumur berkisar 30 hingga 50 meter.

''Oke, segera, segera, itu 300 titik bikin bor air. Begitu ada hotspot, langsung dibikin bor air, dan jangan tunggu jadi titik api,'' perintah presiden.

Pada kesempatan itu, Presiden juga meminta seluruh perangkat pemerintah, kepolisian dan TNi untuk mencegah bila ada masyarakat yang hendak membuka lahan dengan cara bakar.

''Semuanya harus mencegah kalau ada oknum yang berusaha membakar, Semua harus memberi penjelasan kepada semua unsur, pihak desa, bahwa membakar lahan adalah hal yang dilarang keras. Kalau masyarakat butuh bantuan untuk membuka lahan, sampaikan kepada kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan membantunya,diorganisir per kelompok tani, dibantu melalui KUR Koperasi, yang penting tidak boleh mereka liar (membuka lahan dengan cara membakar,red),''imbuh presiden.(R02)

 

 

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional