PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wilayah Riau masih potensial untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Sejauh ini, meski upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan, termasuk upaya modifikasi cuaca, namun, potensi Karhutla masih relatif tinggi. Setidaknya, pada hari ini, masih ada 91 hotspor atau titip panas yang bisa menjadipotensi kebakaran.
Hotspot paling banyak terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 47 titik, disusul Indragiri Hilir sebanyak 36 titik.
Selain itu, hotspot terpantau di Kabupaten Kampar sebanyak tiga titik, Kuantan Singingi dua titik, Kepulauan Meranti satu titik, Rokan Hulu satu titik dan Kota Pekanbaru satu titik.
Sementara di Sumatera, secara keseluruhan, terdapat 2.118 hotspot yang terpantau.
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.656 titik, diikuti Bangka Belitung 180 titik dan Jambi 152 titik.
Hotspot lainnya terpantau di Lampung sebanyak 36 titik, Kepulauan Riau dua titik dan Bengkulu satu titik.
Dengan potensi hujan yang cukup luas hingga dini hari, masyarakat Riau diimbau terus memantau perkembangan cuaca.
Kewaspadaan terutama diperlukan di wilayah yang masuk peringatan dini karena hujan dapat disertai petir dan angin kencang.
Sementara itu, di sejumlah wilayah Riau, pada malam hari tadi terjadi hujan dalam intensitas ringan hingga sedang yang membantu pengurangan area yang terbakar, sekaligus mengurangi kepekatan asap di wilayah udara Riau yang sudah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.(R04)
Listrik Indonesia

