KAMPAR (RIAUSKY.COM) — Memasuki Triwulan IV Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Kampar terus mendorong percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan agar seluruh target yang telah ditetapkan dapat direalisasikan sesuai perencanaan dan jadwal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos., MT. saat memimpin Rapat Realisasi Fisik dan Keuangan Kegiatan Pembangunan APBD Tahun Anggaran 2026, didampingi Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si. dan Sekda Kampar Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si., di Lantai III Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Selasa (6/10/2026).
Bupati menyampaikan bahwa hingga saat ini realisasi fisik kegiatan pembangunan telah mencapai sekitar 70 persen, sedangkan realisasi keuangan mencapai 68,88 persen. Capaian tersebut menjadi perhatian bersama karena pelaksanaan kegiatan memasuki periode akhir tahun anggaran.
“Alhamdulillah, sampai saat ini realisasi fisik kegiatan pembangunan sudah mencapai 70 persen dan realisasi keuangan 68,88 persen. Karena itu, dengan sisa waktu yang cukup panjang kami minta seluruh OPD segera merealisasikan kegiatan yang telah direncanakan sesuai jadwal yang ditetapkan,” ujar Ahmad Yuzar.
Menurutnya, ketepatan waktu dalam pelaksanaan kegiatan sangat penting agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai timeline dan perencanaan berikutnya dapat disusun secara tepat. Untuk itu, seluruh perangkat daerah diminta melakukan inventarisasi terhadap target dan capaian fisik maupun keuangan hingga September 2026, termasuk mengidentifikasi kegiatan yang masih mengalami keterlambatan.
Rapat tersebut diikuti para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, seluruh Camat se-Kabupaten Kampar, serta para Kepala Bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar.
Bupati menegaskan, percepatan realisasi APBD bukan semata-mata untuk mengejar angka serapan anggaran, tetapi juga berkaitan langsung dengan perputaran ekonomi masyarakat. Belanja pemerintah yang terlaksana tepat waktu akan mendorong aktivitas ekonomi, termasuk sektor usaha dan pasar tradisional.
“APBD ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat. Kalau terlambat dibelanjakan, tentu akan berdampak terhadap pembangunan dan perputaran ekonomi masyarakat. Kita tahu ini juga sangat memengaruhi aktivitas pasar tradisional di Bangkinang,” tegasnya.
Ahmad Yuzar juga mengingatkan masih terdapat sejumlah OPD yang capaian fisik dan keuangannya mengalami deviasi sekitar lima persen dari target yang ditetapkan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus segera diinventarisasi dan ditindaklanjuti, baik terhadap kegiatan yang bersumber dari APBD Murni maupun APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026.
“Masih ada beberapa OPD yang belum mencapai target karena berbagai alasan. Oleh sebab itu, segera lakukan evaluasi dan percepatan. Kegiatan yang sudah direncanakan harus dilaksanakan sesuai ketentuan dan jadwal, sehingga target pembangunan Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai,” pungkas Bupati.
Listrik Indonesia

