Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat

Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Sempat lumayan bersih sehari kemarin, kondisi kualitas udara di wilayah Riau kembali memburuk.

Pagi hari ini, Selasa (13/10/2026) sebagian besar wilayah Kota Pekanbaru kembali diselimuti asap pekat. Sementara di wilayah lain, seperti Siak, Kampar, kondisinya juga tak jauh berbeda, bahkan lebih buruk.

Ketebalan asap menyebabkan jarak pandang juga sangat terbatas.

Di pusat kota, jarak pandang hanya berkisar 500 meter, begitu juga dengan di Tenayan Raya. Banyak gedung-gedung tinggi yang biasa berdiri mentereng tampak kabur diselimuti asap tebal.

Mengutip data dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), pada pagi hari ini, kualitas udara di wilayah Riau cenderung kembali memburuk.

Siak (Bungaraya) menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk, dengan konsentrasi partikel PM 2.5 mencapai 322 µg/m³ (Berbahaya), sementara di Senggoro Bengkalis, dilaporkan konsentrasi PM2.5 berkisar 243 µg/m³ (Sangat Tidak Sehat).

Adapun di Bangkinang Kampar, kualitas udara dilaporkan juga masih Sangat Tidak Sehat dengan konsentrasi PM2.5 brkisar 229 µg/m³.

Sementara di Pangkalan kerinci, Kabupaten Pelalawan, kualitas uada  juga masih Tidak Sehat, dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 180 µg/m³.

Begitu juga di Tembilahan Indragiri Hilir, yang pada pagi hari ini dilaporkan masih dalam kondisi kualitas udara Tidak Sehat dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 178 µg/m³.

Begitu pun di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru yang pagi hari ini masih Tidak Sehat dengan konsentrasi PM2.557,1 µg/m³.

Kota Dumai relatif lebih bersih, dimana kualitas udara terpantau baik dengan konsentrasi CO sebesar 12 µg/m³.

Sementara kota -kota di SUmatera yang saat ini berkontribusi besar terhadap pencemar udara dilaporkan berasal dari daerah tetangga seperti Palembang dan Jambi.(R04)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional