PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Meski sempat diguyur hujan pada Kamis (15/10/2026) malam tadi, namun, tak srta merta membuat kondisi kualitas udara di beberapa wilayah Riau membaik.
Buktinya, pada hari ini, Jumat (16/10/2026), kualitas udara di tiga kabupaten di Riau yang sebelumnya sempat berangsur pulih, kita kembali memburuk, bahkan masuk dalam zona 'berbahaya'.
Dikutip dari data Indeks Standar Pencemar Udara(ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara di Kabupaten Kampar, Bengkalis dan Indragiri Hilir kembali berada dalam status 'Berbahaya'. Padahal, sehari sebelumnya sempat turun hingga 'Sangat Tidak Sehat'.
Berdasarkan data real time stasiun KLH di Langgini, Bangkinang, konsentrasi PM10 di kota Bangkinang dan sekitarnya tercatat 348 µg/m³ (Berbahaya)
Sementara di Bengkalis, berdasarkan data stasiun pemantau KLH di Senggoro, konsentrasi PM2.5 berada pada 332 µg/m³ (Berbahaya).
Sementara di Indragiri Hilir, berdasarkan data stasiun pemantau KLH di Tembilahan, tercatat konsentrasi PM2.5 berada pada 319 µg/m³ (Berbahaya).
Kondisi yang tidak terlalu jauh berbeda juga terjadi di Kabupaten Siak, di mana, berdasarkan data dari stasiun KLH di Bungaraya, konsentrasi PM2.5 berada pada 311 µg/m³ (Berbahaya)
Sementara itu, kualitas udara di Kampung Dalam Kota Siak, kualitas udaranya relatif lebih baik, dengan konsentrasi PM2.5 berada pada 188 µg/m³ (Tidak Sehat).
Di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, konsentrasi PM2.5 tercatat 173µg/m³ (Tidak Sehat).
Sementara itu, untuk wilayah Kota Pekanbaru, pada pagi hari ini, kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat mengalami perbaikan, yakni 48.1 µg/m³ (Sedang).
Beberapa jam sebelumnya, masih pada pagi hari ini, kualitas udara di Pekanbaru tercatat masih 'Tidak Sehat'.
Sementara Kota Dumai, yang sebelumnya berada dalam kualitas udara baik di wilayah Riau, pada pagi hari ini, berdasarkan atribusi data IqAir mengalami penurunan kualitas udara dengan konsentrasi PM2.5 133,7 µg/m³ (Sangat Tidak Sehat).
Pergerakan kondisi kualitas udara di seluruh wilayah yang dipantau melalui berbagai stasiun pemantau memang sangat tergantung dari kondisi cuaca, khususnya tinggi curah hujan maupun arah angin dari waktu ke waktu serta sebaran titik api. Sehingga perubahannya datanya bisa berlangsung sangat dinamis.(R02)
Listrik Indonesia

