PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Sabtu (17/10/2026) ini masih bertahan dalam kondisi 'Sangat Tidak Sehat'.
Dari data real time kualitas udara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), semenjak dinihari tadi, kualitas udara Pekanbaru tidak banyak mengalami perbaikan, dan cenderung bertahan di kondisi 'Sangat Berbahaya'.
Pada pukul 00.00WIB dinihari tadi, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru tercatat 228,9 µg/m³.
Selanjutnya pada pukul 02.00 WIB tercatat 189,1 µg/m³.
Pada pukul 05.00 WIB, konsentrasi PM2.5 sedikit turun menjadi 178,3 µg/m³.
Namun pada pukul 07.00 WIB kembali mengalami kenaikan menjadi 187,6 µg/m³.
Pada pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2,5 mengalami penurunan hingga 139.9 µg/m³ dan sedikit menurunkan status kualitas udara dari "Sangat Tidak Sehat' menjadi 'Tidak Sehat'.
Namun, pada pukul 09.00 WIB konsentrasi PM2.5 kembali naik menjadi 170.3 µg/m³ dan pada pukul 10.00 kembali naik menjadi 179,3 µg/m³ atau 'Sangat Tidak Sehat'.
Berkenaan dengan kualitas udara yang masih fluktuatif ini, Pemko Pekanbaru terus melakukan evaluasi dan koordinasi untuk memastikan langkah dan kebijakan yang diterapkan untuk aktivitas publik, termasuk dalam kegiatan belajar peserta didik.
Pada hari sabtu ini sendiri, Pemko Pekanbaru melalui DInas Pendidikan masih menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk jenang pendidikan di tingkat PAUD, TK, SD, SMP.
Pemko juga melarang aktivtias di ruang terbuka, salah satunya di kawasan ruang terbuka hijau dan hutan kota. (R05)
Listrik Indonesia

