Berbagi Berkah di Kebun Geronggang, Solihin dan Wabup Bagus Santoso Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa

Berbagi Berkah di Kebun Geronggang, Solihin dan Wabup Bagus Santoso Santuni Yatim Piatu dan Dhuafa

BENGKALIS (RIAUSKY.COM) —  Sebuah pemandangan menyejukkan hati tersaji di bawah rimbunnya dedaunan hijau pohon geronggang. Di tengah hembusan angin kebun penangkaran, ratusan anak yatim piatu dan kaum dhuafa duduk berkumpul bersama Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, dan Ketua Koperasi Produsen Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan (KPMPL), Solihin, Ahad 18 Oktober 2026.

Dua sahabat lama yang telah berjalan beriringan sejak masa perjuangan awal ini kembali bersua dalam agenda sosial yang penuh keberkahan, santunan massal bagi warga kurang mampu yang tinggal di sekitar lokasi Demplot (demonstration plot) budidaya geronggang. Warga yang hadir mencakup perwakilan dari lima desa terdekat, yaitu Desa Air Putih, Kuala Alam, Sungai Alam, Wonosari, dan Kelapapati.

Berbeda dari acara formal gedung, acara santunan ini digelar langsung di alam terbuka, menyatu dengan ekosistem hutan gambut yang asri. Ratusan anak yatim dan kaum dhuafa yang hadir tampak berbaur hangat tanpa sekat. Mereka menerima paket santunan berupa uang tunai, beras, serta barang kebutuhan sembako lainnya yang telah disiapkan secara gotong royong oleh pengelola koperasi.

Bagus Santoso yang hadir langsung di lokasi mengaku sangat bahagia dan terharu. Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi Solihin yang tidak pernah lupa berbagi rezeki kepada lingkungan sekitar.

Bagi Bagus Santoso, Solihin adalah potret nyata seorang perintis lokal yang visioner. Langkah berani Solihin menanam pohon endemik geronggang (Cratoxylum arborescens) terbukti mampu membalikkan keraguan banyak pihak. Niat awalnya yang murni untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran lahan gambut, kini justru mendatangkan berkah finansial yang luar biasa.

Melalui unit usaha pembibitan yang digarap bersama warga desa, jutaan bibit geronggang dari penangkaran ini laris manis diborong oleh pembeli dari berbagai daerah, termasuk Pekanbaru dan Jambi. Model ekonomi sirkular ini membuktikan bahwa menyelamatkan lingkungan sama sekali tidak menghalangi masyarakat untuk mendapatkan "cuan" ekonomi yang menjanjikan.

"Sebagai sahabat yang tahu betul bagaimana perjuangannya dari nol, sekaligus atas nama Wakil Bupati Bengkalis, saya akan mendorong dan mendukung penuh usaha mulia ini. Ini adalah prototipe ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan yang ideal untuk Bengkalis," ujar Bagus Santoso di sela-sela acara.

Pada acara tersebut, Solihin menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan moral yang selalu diberikan oleh Bagus Santoso. Ia berharap langkah pelestarian lingkungan gambut ini bisa diperluas secara struktural.

Solihin membuka ruang selebar-lebarnya untuk membangun kerja sama yang lebih masif ke depan. Ia berharap gerakan penyelamatan lingkungan ini bisa menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perusahaan pelat merah BUMD dan BUMN, serta sektor swasta lainnya melalui skema kemitraan hijau berkelanjutan.

Acara sosial yang sarat akan nilai kemanusiaan dan ekologi ini akhirnya ditutup secara khidmat dengan lantunan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Suhendri. Doa-doa yang dipanjatkan di bawah rimbunnya pohon geronggang itu menjadi simbol pengetuk pintu langit, memohon agar berkah, kemakmuran, dan kedamaian senantiasa menaungi bumi Kabupaten Bengkalis.

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional