DUMAI (RIAUSKY.COM) - Keberadaan tenaga guru di daerah pinggiran Kota Dumai belum seimbang dibanding perkotaan, karena itu pemerintah akan menata agar lebih merata dan memadai.
Demikian Wali Kota Dumai Zulkifli As akhir pekan lalu.
Disebutkan, jumlah guru di beberapa kelurahan pinggiran Dumai didominasi tenaga honorer, sedangkan yang berstatus pegawai negeri sipil lebih banyak terpusat di sekolah berada di perkotaan.
"Penempatan guru di daerah pinggiran akan ditata lagi agar merata dan memadai di semua sekolah," kata Zul As.
Dia menambahkan, kekurangan tenaga pendidik di beberapa kelurahan pinggiran ini karena selain luasan wilayah Dumai, juga tidak seimbangnya jumlah guru status pns dibanding honorer, baik guru bantu daerah atau honorer sekolah.
Berdasarkan catatan dinas pendidikan setempat, total jumlah sebaran guru di Dumai terdiri 1.500 status pegawai negeri dan 2.500 honorer sekolah dan guru bantu daerah.
"Meski jumlah guru masih kurang dan akan dilakukan pemerataan, tapi tetap proses belajar mengajar berjalan lancar tanpa kendala," sebutnya.
Untuk melakukan pengangkatan tenaga guru honorer jadi aparatur sipil negara, lanjut dia, daerah tidak punya kewenangan karena harus berdasarkan kebijakan pemerintah pusat.
Pemerintah juga bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. (R13)
Listrik Indonesia

