RENGAT (RIAUAIR.COM)- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hulu Rabu (22/11/2017) menggelar rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan APBD Inhu 2018.
Paripurna dipimpin Ketua DPRD Inhu Miswanto SE juga dihadiri Wakil Ketua 1 Sumini dan Wakil Ketua 2 Adila Ansori serta 23 anggota DPRD.
Meski tidak diikuti sebanyak 40 angota DPRD Inhu, namun pelaksanaan paripuna tetap dilaksanakan karena dianggap kuorum.
Sementara dari Pemkab Inhu, hadir Wakil Bupati H. Khairizal, Plt Sekda Inhu serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat Forkopimda.
Dalam sambutannya, Wabup Inhu H. Khairizal menyampaikan dalam penyusunan APBD 2018 ini pemerintah dihadapkan pada kondisi stabilitas ekonomi makro dan situasi global.
Namun begitu, Khairizal menyebutkan, prinsip penyusunan anggaran harus tetap mengacu pada prinsip pencapaian efesiensi alokasi dana penyusunan APBD secara terpadu selaras dengan penyusunan anggaran yang berbasis pada anggaran berbasis kinerja atau prestasi kerja.
Wakil Bupati H Khairizal dalam hal ini mewakili Bupati Inhu H Yopi Arianto, juga menuturkan bahwa nominal nota keuangan R-APBD TA 2018 yakni berkisar Rp 1,2 triliun lebih.
Angka ini dantaranya dialokasikan untuk program peningkatan pelayanan SDM, termasuk bidang kesehatan dan pemerataan pembangunan infrastruktur.
"Maka dengan usainya pelaksanaan paripurna penyampaian nota keuangan RAPBD inhu Ta 2018 hari ini, selanjutnya diharapkan kepada seluruh pimpinan OPD beserta jajarannya untuk kedepan dapat menghadiri pelaksanaan pembahasannya sesuai jadwal bersama DPRD,'' ungkap Wabup Khairizal.
Sementara itu dari catatan riauair.com, secara rata-rata, jumlah usulan pemerintah tersebut mengalami penurunan dari APBD 2017.
Pada APBD 2018. pemerintah mengajukan pendapatan sebesar Rp1,196 triliun atau mengalami penurunan sebesar Rp208,3 miliar atau setara dengan 14,48 persen dari APBD Murni 2017 Rp1,404 triliun.
Sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami penurunan 2,78 % atau sebesar Rp3,054 miliar dari Target PAD 2017 sebesar Rp 109,7 miliar dimana target PAD pada Rancangan APBD tahun Anggaran 2018 menjadi sebesar 106 miliar
Sementara itu, untuk alokasi dana perimbangan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 19,69 persen atau sebesar Rp 215,3 miliar dari target tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 1,09 triliun menjadi sebesar Rp 878,6 miliar.
Sementara itu, untuk posting lain-lain Pendapatan Daerah yang sah mengalami kenaikan sebesar 5,03% atau sebesar Rp10,1 miliar dari target 2017 sebesar Rp200,9 miliar sehingga target lain-lain pendapatan daerah yang sah pada Rancangan APBD 2018 menjadi Rp 211 miliar.(CR3/bud)
Listrik Indonesia

