SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Polisi telah selesai melakukan autopsi terhadap jenazah warga Semukut, Nurul Komariah yang ditemukan tewas dibunuh di semak belukar dekat area bekas pabrik papan, Selatpanjang, Ahad (25/3/2018) lalu.
Otopsi yang dilakukan berlangsung selama 2 jam 30 menit. Dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir pukul 16.30 WIB. Otopsi itu berlangsung di Kamar Mayat RSUD Kepulauan Meranti Jalan Dorak Selatpanjang.
Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa penyebab kematiannya, serta bagaimana dan kapan ia dibunuh. Dan hasil autopsi yang dilakukan bidang kedokteran dan kesehehatan (Biddokkes) Polda Riau terhadap penyebab kematian ibu dua anak itu sungguh mengejutkan.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH menyebutkan kalau kematian korban disebabkan oleh kekerasan benda tumpul di dada dan akibat kekerasan di daerah dada itu, dinding jantung perempuan berusia 30 tahun tersebut robek. Sehingga, terjadi pendarahan pada jantung.
Seperti diberitakan sebelumnya, jenazah Nurul Komariah ditemukan oleh warga bernama Tintin bersama kedua keponakannya di tumpukan sampah dekat area bekas pabrik papan, Kelurahan selatpanjang kota, kabupaten kepualauan Meranti pada Minggu, (25/3/2018) sore saat mereka ingin mencari Musil dan kerang.
Saat ditemukan, korban menggunakan baju lengan panjang warna merah dan celana warna hitam. Jenazah wanita itu terlihat berlumuran tanah sedangkan wajahnya tidak terlihat ditutupi dengan pakaiannya berwarna merah.
Dari hasil olah TKP dan visum (pemeriksaan luar) ditemukan banyak bekas kekerasan. Diantaranya ditemukan 2 luka robek di bagian kepala belakang dengan kedalaman 1.5 cm, 1 luka robek di bagian puncak kepala, 3 luka robek di bagian dahi, 1 luka robek dibagian bawah mata kiri, 1 luka robek dibagian pangkal hidung dan di bagian mata kiri dan kanan dalam keadaan lebam pendarahan, di sekitar rahang bawah dan leher juga ditemukan luka lebam berwarna merah dan biru, selain itu juga ditemukan luka dibagian dada tengah dan punggung.
Dari hasil olah TKP Minggu sore, ditemukan juga beberapa barang bukti. Diantaranya, pecahan isolator, plastik, kayu, kantong warna hijau, ada noda darah. Juga ditemukan tas ransel warna hitam, sandal jepit warna hitam, dan pita rambut.
Hingga kini polisi belum berhasil mengungkap pelaku kejahatan pembunuhan ini, walaupun banyak bukti yang mengarah kepada keterlibatan suami korban, selain itu diketahui, korban terakhir kali terlihat pergi bersama dengan suaminya tersebut.
Namun, hingga saat ini, suami korban pun belum diketahui keberadaannya, keterangan suaminya nanti diharapkan akan membuka misteri pembunuhan Nurul Komariyah, selain itu pihak keluarga juga sangat yakin kalau pelakunya suami korban. (R16/Hrc)
Listrik Indonesia

