Sudah Jadi Tengkorak, Nelayan Temukan Mayat Pekerja Singapura di Selat Panjang

Sudah Jadi Tengkorak, Nelayan Temukan Mayat Pekerja Singapura di Selat Panjang
Sesosok mayat laki-laki yang sudah menjadi tengkorak ditemukan mengapung di perairan Selat Malaka, Selasa (15/1) lalu. (Istimewa)

SELATPANJANG (RIAUSKY.COM) - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung oleh dua nelayan di perairan Selat Malaka, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Saat ditemukan, korban yang masih mengenakan seragam kerja berwarna oranye, kondisinya cukup mengenaskan.

Tubuh korban hanya tinggal tengkorak saja. Korban dievakuasi dan dibawa ke daratan oleh Samuri, 33, dan Danir, 57, dua nelayan yang menemukan. Selanjutnya, dilaporkan ke pihak yang berwajib. 

Setelah ditelusuri oleh Polres Meranti, ternyata mayat tersebut merupakan pekerja di perusahaan Singapura yang mengalami kecelakaan kerja.

"Untuk identitas korban, sudah menghubungi pihak perusahaan. Namanya Hong Liem Marini berkantor di Singapura. Tapi ada kantornya juga di Jakarta. Mereka mengakui itu karyawannya," kata Kasat Reskrim Polres Meranti, AKP Bambang Dewanto, Rabu (16/1).

Namun, pihak kepolisian masih belum memberikan banyak informasi lainnya secara gamblang. Hal itu, dikarenakan masih menunggu dari pihak perusahaan datang ke Selat Panjang. "Pihak perusahaan masih menuju ke Selat Panjang untuk membawa kartu identitas termasuk paspor dan lainnya," sebutnya.

Menurut pengakuan sementara dari perusahaan, mereka mengaku korban yang ditemukan telah menjadi tulang belulang itu mengalami kecelakaan kerja dua pekan lalu. 

"Saat loading di Singapura terjadi kecelakaan kerja. Saat itu dicari tidak ditemukan dan ditemukan di wilayah Selat Malaka," bebernya seperti dilansir Jawapos.com.

Kini, jenazah yang ditemukan di perairan Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Selasa sore (15/1) kemarin, masih berada di RSUD Selat Panjang untuk diautopsi. (R17)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional