DENPASAR (RIAUSKY.COM)- Jangankan di poliandri, diselingkuhi pun tak seorang pun mau.Begitu juga perasaan dari Suami kedua Ayu, I Gede Arya Sudarsana.
Kecewa, sudah pasti, rasa itu muncul setelah sadar kalau dirinya dipoliandri dan diporotin miliaran rupiah.
Rasa cintanya kepada Ayu kini berubah menjadi benci.
Arya mengungkapkan jeritan hatinya termakan rayuan Ayu. Arya mengikat janji setia dengan Ayu tahun 2016. Ayu saat itu mengaku sebagai wanita single. Padahal saat dinikahi Arya, Ayu masih jadi istri seorang polisi di Ngawi berinisial Y (38). Dari pernikahan pertama yang berlangsung sejak 2004, Ayu dikaruniai 3 anak.
Selama dua tahun menjalani biduk rumah tangga, Arya mengaku setia bahkan rela berkorban harta benda demi istri yang dia cintai itu.
"Saya nggak nyangka sekali kenapa dia tega, saya nggak pernah nyakitin dia, berusaha setia. Setelah ibu saya ngomong, saya nggak komunikasi sama pacar-pacar, maunya cukup dah saya mau rumah tangga, supaya nggak mengulang kesalahan dulu lagi. Terakhir lagi, serius, fokus, ternyata gitu dah," kata I Gede Arya Sudarsana saat berbincang via telepon, pada Kamis 28 Maret 2019.
Selama itu pula Arya berusaha menaruh kepercayaan kepada Ayu. "Percaya saja, orangnya pendiem, sayang, dia nggak banyak nuntut, nggak kelihatan matre, yang saya itu banyak habis itu ke kuliah," ujar Arya terheran-heran.
Sempat Tak Naksir, Nangis Bilang Sama Ibu
I Gede Arya Sudarsana juga mengaku kalau dia tak menyangka bisa tertipu daya dan kehilangan duit miliaran rupiah. Ayu, yang terlihat kalem, ternyata pandai melakukan tipu muslihat hingga dia dimadu diam-diam alias dipoliandri.
"Orangnya pendiem, sayang, dia nggak banyak nuntut, nggak kelihatan matre, yang saya itu banyak habis itu ke kuliah," kata suami kedua Ayu, I Gede Arya Sudarsana, saat berbincang via telepon, Kamis (28/3/2019).
Arya juga tak menyangka wanita yang dia temui di rukonya itu ternyata sudah menikah. Awal mula bertemu dia sempat tidak menaruh hati ke Ayu.
"Dulu dia hitam ya, kayak nggak berhias. Waktu ketemu dulu pakai kemeja kayak orang kerja di kantoran, nggak terawat, tapi penampilannya pakai celana jins, kayak orang kantoran. Saya kirain kerja pegawai, sales ya, ngakunya di UGM di Jogja, kedokteran. Sudah mau tamat ini mau S2, baru semester akhir," ujarnya.
"Dari awal saya nggak begitu suka, satu bulan dia di sini. Saya masih sama chat pacar, mantan-mantan lama, ketahuan sama dia, dia kalau bilang sama ibu saya, 'Ibu kayaknya Arya nggak suka sama saya, dia nggak serius' terus nangis. Terus ibu saya ngomong, marahin saya, awalnya dia sudah tak cuekin," sambung bapak tiga anak itu.
Arya juga heran terhadap sikapnya sendiri. Selama ini dia mengaku tak pernah seloyal itu memberikan uang ke wanita yang pernah dia pacari.
"Dua kali datang, tiga kali baru saya mulai serius. Saya inget-inget celana dalam saya pernah dibawa sama dia. Dari pacaran saya nggak pernah bayarin cewek, paling banyak Rp 100 ribu, paling makan ultah, nggak bayarin sampai jutaan itu nggak pernah, makanya sama dia lagas (nggak mikir), percaya, percaya," ujarnya keheranan.
Selain itu, untuk meyakinkan Arya, Ayu sempat membuat surat perjanjian untuk uang yang dia pinjam sehingga Arya tak menaruh curiga kepada ibu tiga anak itu.
"Dia juga bikin perjanjian bikin surat ya, biar nanti gimana-gimana bisa minta ke orang tuanya, makanya saya percaya. Orang lain mikirnya (saya) gimana, aku tuh kena guna-guna, tetangga, saudara menentang habis. Ngingetin nggak ada ujian bayar segitu, PNS juga lowongan bayar segitu," papar Arya.(R04)
Listrik Indonesia

