PASIR PENGARAIAN (RIAUSKY.COM)- Aksi perampokan sadis yang menewaskan Rama Yani (36) warga Rambah Samo, Rokan Hulu, diduga bermotif harta benda.
Dua pelaku yang disebut-sebut menggunakan penutup kepala berwarna hitam diduga mengincar uang milik korban yang baru sehari sebelumnya ditarik dari salah satu bank.
Uang tersebut rencananya akan digunakan korban untuk membayar utang pembelian minyak tanah untuk usahanya sehari-hari.
Hal tersebut diungkapkan salah seorang keponakan korban, Randi (22) yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari lokasi perampokan yang menewaskan korban.
Dijelaskan Randi, dia sendiri belum mengetahui apa-apa saja harta benda milik korban yng dibawa lari oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah dua orang tersebut.
Namun, dia membenarkan kalau sehari sebelum peristiwa perampokan yang menewaskan bibinya tersebut, korban sempat mengambil uang di salah satu bank. ''Uangnya ditarik kamis (28/3/2019) rencananya untuk bayar utang pembelian minyak tanah.
Randi sendiri termasuk salah seorang keluarga yang paling dahulu tiba di rumah korban saat kejadian.
Dia langsung berlari ke rumah korban setelah salah seorang putra korban datang ke rumahnya sembari berteriak minta tolong karena ada aksi perampokan di rumahnya.
Namun, saat tiba di rumah tersebut bersama sejumlah anggota keluarga dan masyarakat, kedua pelaku sudah tidak lagi berada di tempat.
Adapun korban tewas, Rama Yani ditemukan tewas terkapar dalam posisi terlungkup dengan kepala sebelah kanan depan ditembus benda tajam diduga bekas peluru yang ditembakkan pelaku.
Sementara dua anak korban lainnya yang sempat disekap menggunakan lakban berwarna hitam berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Ketiga anak korban tampak masih shok dengan musibah yang menewaskan ibu mereka.
Dari keterangan kepolisian diketahui, ada beberapa harta benda milik korban yang hilang, diantaranya adalah handphone lipat merek samsung serta android merek Oppo juga kartu ATM serta tas milik korban.
Pasca perampokan, polisi masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan memasang garis polisi.
"Kita masih lakukan pengejaran," jawab Kapolres Rohul AKBP Hasyim Risahondua melalui Paur Humas, Ipda Ferry Fadli.(R05)
Listrik Indonesia

