Waspada DBD, Mari lakukan 3M Brantas Nyamuk Aides Aegepti

Waspada DBD, Mari lakukan 3M Brantas Nyamuk Aides Aegepti
Kepala Puskesmas Simpang Tiga Dr Leni Marzal
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Memasuki musim penghujan, dan pancaroba sangat berpeluang berkembangnya nyamuk Aedes Aegepti. Apalagi Pekanbaru merupakan daerah endemis DBD. 
 
Untuk mengantisispasi penyebaran virus yang disebarkan nyamuk Aedes Aegepti, Puskesmas Simpang Tiga yang memegang 2 kelurahan yakni Maharatu dan Sidomulyo Timur membentuk kader jumantik sebagai garda depan untuk mencegah terjadinya deman berdarah dilingkungan mereka karena kader jumantik merupakan kader yang mengawasi perkembangan jentik dilingkungan. Kader jumantik juga mensosialisasikan melakukan 3M, Menutup, Menguras dan Menimbun.
 
Menurut kepala puskesmas Simpang Tiga, Marpoyan Damai, Pekanbaru Dr Leni Marzal selama 2015 terdapat 11 kasus DBD di Kelurahan Maharatu dan Sidomulyo Barat.
 
"Data penderita DBD dari Januari - Desember 2015 kelurahan Maharatu terdapat 8 Penderita DBD dan Sidomulyo Timur ada 3 Orang." Ungkapnya.
 
Namun  data awal januari 2016 belum diperoleh pihak puskesmas Simpang Tiga. "Namun apabila ada laporan DBD kita akan langsung turun kelapangan terlebih dahulu untuk melihat lerkembangan jentik nyamuk kemudian diambil tindakan." Ujar Leni.
 
Dr Lena menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu berharap untuk foging, karena foging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa malah akan membuat jentik nyamuk jadi resisten (kebal) terhadap foging.
 
"Foging bukanlah solusi untuk mencegah DBD, namun DBD bisa dicegah dengan membiasakan hidup bersih dan sehat serta menerapkan 3 M Plus (Menguras, menutup dan menimbun) serta menggunakan lotion nyamuk. " himbau Dr Lena.
 
Nantinya pihaknya juga akan selalu berkoordinasi dengan kader jumantik dan juga ketua RTRW untuk memberikan pengarahan pencegahan DBD. (R06)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional