RIAUSKY.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional di wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dari operasi tersebut, BNN mengamankan 81.862,6 gram sabu dan 102.657 butir pil ekstasi.
Dari kasus ini, polisi meringkus delapan tersangka, salah satu di antaranya tewas ditembak karena mencoba melawan petugas.
Pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini bermula dari informasi warga pada Selasa (2/7). Kepada petugas, warga melaporkan ada sebuah speed boat yang membawa narkotika di Tanjung Balai Kabupaten Asahan dari Malaysia.
Saat melakukan penyelidikan, tim BNN mencurigai sebuah mobil Toyota Innova berpelat nopol BK 1430 HG. Petugas lalu menyergap di perlintasan rel kereta api Simpang Warung, Kecamatan Kisaran.
“Mobil Innova tersebut dihentikan dan digeledah, dengan hasil bahwa di dalam mobil ditemukan 3 ban dalam mobil yang berisi narkotika jenis sabu dan ekstasi. Serta mengamankan dua penumpang, Adi Putra alias Tison dan Ardiansyah alias Yuni,” ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari kepada wartawan, Kamis (4/7)
Kedua pelaku mengaku masih menyimpan sabu lainnya di Lubuk Palas, Kabupaten Asahan. Saat mendatangi lokasi, BNN menemukan sejumlah narkoba di dalam ban dan mengamankan satu orang penunggu rumah bernama Fadli.
Dari hasil pengembangan, polisi kembali melakukan pengejaran terhadap sindikat lainnya, yakni Hanafi dan Amiruddin yang lari membawa mobil Honda Jazz ke arah Kabupaten Batubara.
Namun, saat pengejaran, mobil BNN disalip oleh sebuah mobil Avanza bernomor polisi B 1321 KIJ. Mobil Avanza tersebut berusaha menghalang-halangi petugas BNN dengan tak memberikan jalan.
“Meski demikian, tim (BNN) terus melakukan pengejaran dan sekira pukul 18.30 WIB, tim menangkap (pengemudi) Honda Jazz tersebut. Dan mengamankan 2 penumpangnya Hanafi dan Amiruddin di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kabupaten Batubara,” jelas Arman.
Namun, saat itu petugas tak berhasil mengejar pengendara mobil Avanza yang berusaha menghalangi mereka karena kabur.
Keesokan harinya, Rabu (3/7), BNN kembali menangkap dua pelaku lainnya, yakni Zul AB dan Nazarudin, yang bersembunyi di daerah Teluk Dalam, Kabupaten Asahan.
Tak selang berapa lama, tim BNN mendapatkan informasi tersangka yang kabur dengan mobil Avanza berada di Jalan Perhubungan Lao Dendang, Medan Tembung, Sumut.
Aksi kejar-kejaran kembali terjadi, saat petugas BNN mengejar pelaku yang bersikeras melarikan diri. Ia bahkan berusaha mencelakai petugas BNN dengan menabrakkan mobilnya ke petugas.
Petugas BNN tak tinggal diam, dengan beberapa kali memberikan peringatan ke pelaku. Namun, peringatan itu tak dihiraukan.
“Sehingga petugas mengarahkan tembakan yang terukur ke mobil tersebut. Setelah terjadi kejar-kejaran, akhirnya mobil Avanza tersebut berhenti. Dan ketika sudah berhenti, terlihat beberapa orang ke luar dari mobil dan melarikan diri,” ungkap dia.
“Selanjutnya petugas berupaya memberikan pertolongan kepada yang terluka dengan membawa ke RS Haji Medan. Namun, setibanya di rumah sakit, M.Yasin dinyatakan meninggal. Dan M. Yusuf mengalami luka pada betis kaki kiri, saat ini dirawat di RS Bhayangkara,” lanjutnya.
Selanjutnya, lewat pengembangan dari tersangka yang telah diamankan, petugas kembali menangkap satu pelaku lainnya bernama Tarmizi. Ia ditangkap di Gang Riski Bandar Klipa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.
“Dari hasil pengungkapan diamankan barang bukti sabu yang disembunyikan di dalam 4 ban dalam mobil, yang berisi narkotika sebanyak 70 bungkus dengan berat 81.862,6 gram, ekstasi 20 bungkus dengan jumlah 102,657 butir. Barang bukti sabu dan ekstasi berasal dari Malaysia dan diserahterimakan di tengah laut, antara kapal ke kapal,” tutur Arman.
Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti 1 mobil Toyota Innova berpelat BK 1430 HG, 1 mobil Honda Jazz BK 1004 VP, 1 mobil Innova BK 1144 VI, 1 mobil Honda CRV BK 1735 KY, 1 mobil CRV bernopol BK 1832 UO, 1 mobil Avanza B 1321 KIJ, dan beberapa handphone.
“Saat ini tersangka dan BB (barang bukti) diamankan di BNNP Sumut untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata dia. (R02)
Sumber: Kumparan.com
Listrik Indonesia

