Pulang dengan Luka Bakar, TKW Suci Pudjiastuti Diduga Disiksa Majikan di Arab Saudi

Pulang dengan Luka Bakar, TKW Suci Pudjiastuti Diduga  Disiksa Majikan di Arab Saudi
Suci Pudjiastuti, ketua Bhayangkari Kabupaten Majalengka menjenguk Tasini, TKW asal Kabupaten Majalengka yang dirawat di RSUD Majalengka, Sabtu (6/7). Tasini mengerang kesakitan akibat luka serius di sekujur tubuhnya. (Oki)

RIAUSKY.COM - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Majalengka, Tasini, diduga menjadi korban kekerasan majikannya di Arab Saudi. 

Warga Blok Loji, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, tersebut harus mendapatkan perawatan intensif akibat luka lebam dan luka bakar cukup serius yang dialaminya. 

Apa yang dialami Tasini membuat keluarga dan kerabatnya sangat syok. Sejak dua bulan sebelumnya pihak keluarga sempat tak bisa menghubungi Tasini. Keluarga baru mengetahui kabar bahwa Tasini mengalami tindakan kekerasan selama bekerja sebagai buruh migran di Arab pada Jumat (5/7).

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono, didampingi istrinya, Suci Pudjiastuti, menjenguk Tasini yang dirawat di RSUD Majalengka, Sabtu (6/7). Tasini mengerang kesakitan akibat luka serius di sekujur tubuhnya.

“Tasini berangkat sejak 2018 lalu, dan dua bulan terakhir kita tidak dapat menghubunginya,” ujar Jaja, salah seorang kerabat korban kepada AKBP Mariyono yang menjenguk Tasini di RSUD Majalengka, Sabtu (6/7).

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin), Sadili, sangat menyayangkan peristiwa yang dialami Tasini. Terlebih kondisi korban saat ini terlihat sangat memprihatinkan.

“Besar dugaan luka yang diderita korban adalah akibat dari penganiayaan yang dilakukan majikannya di luar negeri, namun kami belum bisa memastikan. Karena belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD,” kata Sadili.

Menurut Sadili, pihaknya mencatat sepanjang tahun 2019 ada 12 laporan pengaduan terkait TKW yang bermasalah di luar negeri. Dari 12 laporan tersebut, kasusnya bervariasi mulai dari meninggal, gaji tidak dibayar, hingga kecelakaan kerja.

Sebagai solusi, lanjut Sadili, pihaknya melakukan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) yang selama ini dinilai sudah banyak mengetahui berbagai permasalahan tenaga kerja di luar negeri.

“Mereka sangat membantu dalam penyelesaian masalah tenaga kerja di luar negeri karena mereka sangat hafal jalur-jalur penyelesaian yang harus ditempuh. Kita terus berkoordinasi dengan mereka,” kata Sadili.

Sadili juga mengaku baru mengetahui bahwa satu TKI asal Majalengka yang meninggal di luar negeri atas nama Nadya Pratiwi. Pihaknya baru mengetahui hal tersebut setelah kejadian, sehingga tidak sempat membantu untuk menyelesaikan.

“Kita sudah koordinasi dengan teman-teman purna PMI, Kita akan upayakan penjemputan dari Bandara untuk kemudian diserahkan ke keluarga korban,” pungkas Sadili. (R04)

Sumber: Kumparan.com

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional