Ini Pengakuan Sholahudin Pemilik Cafe Penjara yang Tega Membunuh Wanita Cantik Hadryil Choirun Nisa'a

Kamis,12 September 2019 | 08:46:09 WIB
Ini Pengakuan Sholahudin Pemilik Cafe Penjara yang Tega Membunuh Wanita Cantik Hadryil Choirun Nisa'a
Ket Foto :

RIAUSKY.COM - Ditangkap usai membunuh Hadryil Choirun Nisa'a (25) sang pemilik Cafe Penjara Gresik,  Solahudin Alayubi buat pengakuan. 

Sholahudin Alayubi menyebut tak berniat membunuh Hadryil Choirun Nisa'a. Dia beralasan hanya ingin mengambil perhiasannya untuk membayar utang. Ayub mengaku terbelit utang sekitar Rp 5 juta. 

"Saya hanya mengincar perhiasannya dan HP nya (Telepon selulernya,red). Ternyata dia memberontak. Saya langsung menyekapnya. Tidak ada niatan untuk membunuhnya," kata Ayub.

Ayub mengatakan bahwa antara korban dengannya sudah kenal sejak kecil. Korban juga pernah berjualan di dalam kafe. Bahkan, almarhum Bapak korban juga pernah bisnis bersama dengan ayah Ayub.

"Sudah kenal sejak kecil dengan Nisa'a, sehingga karena saat minta perhiasannya memberontak, langsung saya bekap. Ternyata sampai meninggal dunia," imbuhnya.

Hadryil Choirun Nisa'a (25) ditemukan tewas di dalam Kafe Penjara, Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.

Untuk memancing korban masuk ke kafe, Ayub memancingnya pakai kucing. 

Sebab, pelaku dengan korban sudah kenal sejak kecil, sehingga tahu hewan kesukaan korban.

"Kucing ini untuk memancing korban untuk masuk ke dalam Kafe. Setelah korban masuk, pelaku langsung menutup pintu gerbang. Setelah itu, pelaku memeluk tubuh korban dari belakang," kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro dengan didampingi Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto, Rabu (11/9/2019).

Ternyata korban berteriak dan memberontak meminta tolong.

Karena kondisi kafe sepi dan area kafe yang remang-remang, sehingga aksi tersebut dilanjutkan dengan membekap mulut dan mencekik leher korban agar tidak berteriak. Sampai korban pingsan.

"Karena korban masih gerak-gerak, kemudian dilanjutkan membekap dan mencekik kedua kalinya sampai korban meninggal dunia. Setelah itu, korban dilucuti celana dan perhiasannya," imbuhnya.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro merilis pelaku pembunuhan pemilik Cafe Gresik beserta barang buktinya di Mapolres Gresik, Rabu (11/9/2019). 

Setelah mengambil perhiasan dan ponsel, pelaku sempat mengeluarkan sperma ke tubuh korban sebagai bentuk pelampiasan nafsu birahinya.

Setelah itu pelaku keluar dari kafe seorang diri dengan mengendarai motor dan membawa tas beserta perhiasan korban ke rumah yang tidak jauh dari kafe tersebut. Sampai di rumah, pelaku mandi dan sempat ngopi di warkop.

Aksi pembunuhan itu terungkap ketika warga curiga ada seorang diri keluar kafe. Padahal, saat masuk ada dua orang. "Dari kecurigaan itu, warga akhirnya melaporkan ke Polsek. Setelah itu, anggota ke lokasi sambil memanggil pengelola kafe," imbuhnya.

Di jok motor milik Ayub ditemukan  ada perhiasan, ponsel dan barang-barang milik korban. "Akhirnya, pelaku langsung ditangkap di rumahnya tanpa ada perlawanan. Tidak sampai tiga jam sudah tertangkap," imbuhnya.

Barang bukti yang disita diantaranya, kandang kucing, cangkul, perhiasan dan motor milik korban. Barang bukti tersebut rencananya akan dikubur di dalam area kafe menggunakan cangkul.

"Sekarang masih didalami motif pembunuhannya," kata Wahyu, alumnus Akpol 1998.

"Korban digeletakan di pos penjagaan samping pintu gerbang dalam karung sak sambil dibubuhi serbuk kopi. Kemudian akan dikubur di area kafe itu, tapi terburu tertangkap," imbuhnya.

Sebelum kejadian, korban sempat pamit kepada keluarganya sekitar pukul 18.30 wib. Ia hendak menemui rekan usahanya di Kafe Penjara.

"Anaknya masih pakai seragam kerja. Habis Magrib keluar rumah untuk menemui teman usahanya," ujar sang ibunda saat menunggui jenazah putrinya di kamar mayat RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, Rabu (11/9/2019).

Nyatanya, sampai malam hari, korban Hadryil Choirun Nisa'a tak kunjung pulang. Sang ibunda yang menghubunginya via pesan WhatsApp hanya terkirim, tak terbaca.

Setelah upaya komunikasi via WhatsApp tak kunjung berhasil, ibunda korban meminta bantuan adik korban untuk mencarinya. Namun, pencarian itu pun tak membuahkan hasil. Awalnya, sang ibu mengira Nisa tewas karena kecelakaan. 

Dugaan itu muncul setelah Rabu (11/9/2019) dini hari sekitar pukul 00.30 wib, ia dijemput Pak Lurah untuk diajak ke RSUD Ibnu Sinda Gresik. "Awal infonya, anak saya kecelakaan," imbuhnya.

Betapa kagetnya ibu korban, saat mendapati kenyataan justru tubuh putrinya tergolek tak bernyawa di kamar jenazah.

Lebih kaget lagi saat ia mengetahui sang putri ternyata menjadi korban pembunuhan. "Kok tega sekali pelakunya," ujarnya sembari menatap kain yang menutupi wajah putrinya.

Ibu korban juga mengaku tidak punya firasat apa-apa, anaknya akan tewas ditangan teman sendiri.

"Saya juga tidak punya firasat apa-apa. Baru firasat tidak enak itu ketika saya WA (WhatsApp) hanya centang, biasanya cepat dibales," imbuhnya. 

Ibunda Nisa juga mengaku kenal dengan pelaku pembunuhan SA. "Pelaku juga teman bermain sejak kecil," katanya sedih. (R02)

Sumber: Tribunnews.com


FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
Loading...
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS