JAKARTA (RIAUSKY.COM)-Masuknya nama Erick Thohir dalam bursa calon menteri Jokowi-Ma'ruf diprediksi akan menggeser salah satu nama lama di tim ekonomi di kabinet Indonesia Kerja.
Konon, posisi Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini ditempati Rini Soemarno akan dipercayakan kepadanya.
Namun, Erick Thohir sendiri tidak secara lugas menjelaskan posisi apa yang akan ditempatinya bila dipercaya menjadi menteri nanti.
Diakuinya, pembahasan yang dilakukannya ketika berbincang dengan presiden adalah mengenai masalah ekonomi.
"Tapi intinya bagaimana beliau memaparkan pemikiran yang kita semua wajib membantu dan ini sesuai dengan pidato beliau kemarin. Lebih banyak bahas ekonomi," lanjutnya.
Diakuinya kedatangan ini untuk memenuhi panggilan presiden dan menawarkannya kursi menteri.
"Kalau saya melihatnya, jabatan ini bukan euforia, tapi sebuah amanah yang menurut saya sangat-sangat berat untuk dijalankan. Apalagi beliau juga tidak sungkan, semua calon menteri harus teken pakta integritas," kata Erick ketika ditemui wartawan di istana.
Presiden, ditambahkan Erick sudah memberikan wanti-wanti akan mencopot menteri yang tak bisa menjalankan Key Performance Indicator (KPI).
Belum lagi mengenai target yang harus dicapai Indonesia dalam tahun-tahun berikutnya dinilai menjadi hal yang sudah harus diantisipasi sejak saat ini.
"2045 targetnya kita akan menjadi negara maju dan tingkat kemiskinan hampir mendekati 0%. Tapi itu 2045, tapi kita lima tahun. Kondisi persaingan perang dagang, ekonomi, dan banyak negara tetangga mulai merasakan perlu diantisipasi," kata dia.
Dalam sehari lalu, setidaknya sudah dua nama yang diperkirakan akan berada dalam pusaran perombakan tim ekonomi KIK II, yakni Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Erick Thohir.
Masuknya dua nama ini tentunya akan menggeser beberapa nama tim ekonomi di KIK I yang saat ini ditempati Darmin Nasution, Sri Mulyani, Rini Soemarno, Enggartiasto Lukito.(R04)
Listrik Indonesia

