Singgung Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Yenny Wahid: Kehilangan Kekuasaan Itu Tidak Enak

Singgung Prabowo Masuk Kabinet Jokowi, Yenny Wahid: Kehilangan Kekuasaan Itu Tidak Enak
Kompas.com

RIAUSKY.COM - Meski Pilpres 2019 sudah lama usai, Putri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid kembali mengungkit bergabungnya Prabowo Subianto dalam kabinet.

Diketahui, sejak Oktober 2019 lalu, Prabowo resmi menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) Kabinet Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin.

Yenny Wahid menyebut masuknya Prabowo dalam kabinet berkaitan erat dengan kekuasaan.

Hal itu disampaikannya melalui tayangan YouTube KompasTV, Rabu (18/12/2019) lalu.

Mulanya, Yenny Wahid menyinggung soal banyaknya tokoh berpengaruh non negara beberapa waktu belakangan ini.

Disebutnya, pemerintah cukup ketakutan menghadapi kelompok tersebut.

"Di satu sisi negara tampaknya agak bingung menghadapi kelompok non state ini, apalagi kalau mereka menggunakan politik identitas sebagai platform mereka dalam melakukan tindakan represi," ujar Yenny.

"Misalnya menggunakan isu agama."

Menurutnya, yang lebih takut menghadapi kelompok orang tersebut yakni para politisi.

Sebab, kelompok orang non negara tersebut bisa saja menggulingkan posisi politisi yang tengah berkuasa.

"Sebenarnya bukan negara yang bingung, politisi yang sedang memimpin negara baik di eksekutif maupun legistlatif," ujuar Yenny.

"Yang bingung adalah para politisinya, pemerintah masuk dalam bagian itu karena kehilangan kekuasaan itu tidak enak," kata Yenny.

Ia menambahkan, banyak keuntungan yang didapatkan oleh para penguasa.

Untuk itu, para penguasa merasa cukup khawatir dengan munculnya tokoh berpengaruh non negara itu.

"Panggung kekuasaan enak, karena itu lah semuanya mau masuk," ujar Yenny.

Terkait hal itu, ia pun menyinggung nama Prabowo Subianto yang kini menduduki posisi menteri.

Diketahui, Prabowo sebelumnya menjadi pesaing Joko Widodo dalam memperebutkan kursi presiden di Pilpres 2019.

"Termasuk Pak Prabowo yang tadinya berhadap-hadapan dengan Pak Jokowi," kataYenny.

Lebih lanjut, ia menyebut kelompok berpengaruh non negara itu lah yang kini menjadi ancaman terbesar.

"Jadi hegemoni ini lah yang menjadi ancaman terbesar karena tidak ada orang yang punya cukup komitmen untuk mau menghadapinya dan cukup punya resources," kata Yenny. (R02)

Sumber: Tribunnews.com

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional