Soal Agama Musuh Besar Pancasila, Ngabalin: Muhammadiyah, NU bahkan MUI Tidak Tabayyun

Rabu,19 Februari 2020 | 09:40:17 WIB
Soal Agama Musuh Besar Pancasila, Ngabalin: Muhammadiyah, NU bahkan MUI Tidak Tabayyun
Ket Foto : Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Talkshow ILC TV One Selasa (18/2/2020) tadi malam berlangsung seru. 

Host ILC TV One Karni Ilyas mengangkat tema Agama Musuh Terbesar Pancasila mengutip pernyataan Ketua BPIP Yudian Wahyudi.

Menkopolhukam Mahfud MD juga hadir.

Selain Mahfud MD, narasumber yang hadir di antaranya:

Zaitun Rasmin (tokoh agama)

Frans Magnis (tokoh agama)

Fajroel Rahman (akademisi)

Adian Napitupulu (politisi PDIP)

Ali Mochtar Ngabalin (politisi).

Pernyataan Ali Ngabalin menyita perhatian.

"Saya agak pelan-pelan supaya bisa ditelaah pengertiannya dengan baik. Sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang para cerdik pandainya memberikan pencerahan kepada masyarakat yang tidak mengerti suatu masalah. Karena agama sebagai satu sistem keyakinan, sistem nilai, mendasar sakral dan menyeluruh," kata Ali Ngabalin mengawali ulasannya.

Bahkan mantan anggota DPR RI ini menyesalkan sejumlah ormas keagamaan termasuk Muhammadiyah dan NU bahkan Majelis Ulama Indonesia tidak klarifikasi langsung ke Yudian Wachyudi soal kebenaran pernyataan 'Agama Musuh Besar Pancasila'.

Apakah Muhammadiyah salah, dan NU salah dan majelis ulama salah? Saya hanya mau mengatakan bahwa mereka tidak melakukan tabayyun. apa itu tabayyun? Cek dan ricek," kata Ali Ngabalin dikutip tribun-timur.com dari akun youtube Indonesia Lawyers Club.

Ali Ngabalin membacakan Surah Al Hujurat Ayat 6 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

"Kalau ada masalah yang Anda dengar menurut perintah agama kita paham agama kita mengerti tentang tauhid kita paham syariah kenapa kita lakukan Tabayun," kata Ngabalin.

"NU Muhammadiyah MUI salah dong kalau begitu? tanya Karni Ilyas

"Yudian ini kan saudara kita, kawan kita. orang yang diamanahkan oleh presiden untuk memimpin lembaga yang menjadi Legacy presiden Joko Widodo. Bagaimana tidak orang upacara 17 agustus hormat bendera itu Thogut, Pancasila itu thogut? Kau mau hidup di negara mana? kerangka berpikir inilah yang harus dipakai karena itu perintah Al Quran.  Terlalu banyak orang beragama tapi dia tidak mengerti Tuhannya yang disembah" jawab Ngabalin.

"Pemahaman Agama yang Sempit Musuh Terbesar Pancasila" tegas Ngabalin disambut aplaus penonton di studio.

"Saya tidak ragu pernyataan Pak Yudian itu," lanjutnya.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi belakangan ini tengah menjadi perhatian publik atas pernyataannya soal agama adalah musuh  terbesar Pancasila.

Yudian pun kemudian memberikan klarifikasi soal pernyataan kontroversialnya tersebut.

Menurutnya, penjelasan yang dimaksud adalah bukan agama secara keseluruhan, tapi mereka yang mempertentangkan agama dengan pancasila.

Karena menurutnya dari segi sumber dan tujuannya Pancasila itu religius atau agamis.

"Karena kelima sila itu dapat ditemukan dengan mudah di dalam kitab suci keenam agama yang telah diakui secara konstitusional oleh negara Republik Indonesia," tegasnya, Rabu (12/2/2020).

Menurut Yudian, Pancasila adalah penopang maka butuh kesetiaan atau sekuler namun bukan sekularisme untuk mewujudkannya.

Selain itu juga membutuhkan ruang waktu, pelaku, anggaran, dan juga perencanaan.

Namun, dalam hubungan ini kerap terjadi ketegangan antara kelompok yang mengaku mayoritas dan mereka membenturkan.

Hal tersebut lah yang dimaksud oleh Yudian sebagai musuh pancasila.

"Kalau tidak pandai mengelola ini perilaku agama-agama ini akan menjadi musuh terbesar. Mengapa? Karena setiap orang beragama, agama siapa kalau dibaca kan ketemunya Islam, Islam siapa begitu, itu yang saya maksud," tutur Yudian.

"Jadi saya ingin menekankan bahwa Pancasila itu bukan thogut, Pancasila kalau bahasa kita itu Islami. Karena itu semua ada di dalam Alquran dan juga Hadits ada. Yang saya maksud adalah musuh-musuh agama dari dalam agama," ungkapnya.

Yudian juga menjelaskan, yang ia kritik adalah orang beragama yang menggunakan agama atas nama mayoritas, tapi sebenarnya mereka minoritas.

Menurut Yudian mereka membenturkan agama yang mereka klaim dengan Pancasila.

Jika ini dibiarkan, agama akan menjadi musuh terbesar.

"Maka kita harus bisa mengelola dengan baik hubungan agama dengan pancasila," ajak Yudian.(R04)


 

Iklan Pajak Reklame Bapenda Pekanbaru



FOLLOW Twitter @riausky dan LIKE Halaman Facebook: RiauSky.Com



 
Cetak Akses RiauSky.Com Via Mobile m.riausky.com
loading...
Tulis Komentar Index »
IKLAN BARIS