PANGKALANKERINCI (RIAUSKY.COM)- PT Riau Andalan pulp and Paper (RAPP) meluncurkan program Desa Bebas Api/ Free Fire Village Program (FFVP) tahun 2020.
Peluncuran program yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dilaksanakan di Auditorium Kantor Bupati Pelalawan, Senin (29/6/2020) siang.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara RAPP dan Pemkab Pelalawan disaksikan Bupati Pelalawan HM Harris didamping Kabag Sumda Kompol Dodi Hasibuan mewakili Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIk serta perwira penghubung (Pabung) Kodim 0313 KPR Mayor S Tarigan.
"Kami mengambil pendekatan strategis untuk manajemen kebakaran dengan fokus khusus terkait dengan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui Program Desa Bebas Api (FFVP). Artinya, kami bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk mengatasi akar penyebab kebakaran. Sedangkan sebagai hasil langsung dari pelibatan masyarakat melalui FFVP, maka jumlah areal yang terbakar hanya 0,39% dari total dari total 750.000 hektar lahan yang berpartisipasi di sekitar konsesi selama 5 tahun terakhir," terang Direktur RAPP Mulia Nauli.
Dikatakan Mulia Nauli, program Desa Bebas Api ini telah mulai diluncurkan sejak tahun 2014 lalu.
Tahun ini, kata Mulia, program Desa bebas api dilanjutkan dengan melibatkan 29 desa di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Pelalawan, Siak dan Kepulauan Meranti.
Khusus untuk Kabupaten Pelalawan, ada sebanyak 15 desa yang tersebar di empat kecamatan. Yakni 5 desa di kecamatan Pelalawan, 5 Desa di kecamatan Teluk Meranti, 3 Desa di kecamatan Langgam dan 2 Desa di kecamatan Pangkalan Kerinci.
Dan dari jumlah 15 Desa tersebut, ada 6 desa yang nantinya akan diberikan penghargaan berupa anggaran senilai Rp 100 juta jika tidak terjadi kebakaran.
"Yakni Desa Sungai Ara, Pangkalan Terap, Ransang, Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur, Lalang Kabung dan Rantau Baru. Sedangkan 9 Desa lainnya, akan mendapatkan bantuan berupa pembersihan lahan tanpa bakar, karena dua tahun lalu sudah mendapatkan penghargaan," sebutnya.
Untuk itu, sambung Mulia Nauli, semoga penandatangan MoU ini dapat menjadi bagian dari komitmen seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Dan dengan komitmen dari semua pihak, diharapkan PR besar mengenai kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi dengan baik.
Dan dirinya berharap 30 desa yang tergabung dalam program ini benar-benar Bebas Api atau dengan kata lain zero fire.
Sementara itu,Bupati Pelalawan HM Harris mengaku sangat mengepresiasi upaya PT RAPP untuk melakukan pencegahan sedini mungkin dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lahan di sekitar areal usahanya.
Sejauh ini, sebut Harris, PT RAPP senantiasa menunjukkan komitmen seriusnya untuk mencegah terjadinya bencana yang hampir setiap tahun menghantui masyarakat Riau, tak terkecuali di Pelalawan.
Langkah ini sdangat membantu pemerintah, khususnya Kabupaten Pelalawan. Dan diharapkan program ini akan terus terlaksana dan secara perlahan akan terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (adv)
Listrik Indonesia

