Buka Konferensi Kerja I PGRI Riau, Masrul Kasmy Bicara Peran Guru, Sentuhan Teknologi dan CSR Dunia Usaha...

Buka Konferensi Kerja I PGRI Riau, Masrul Kasmy Bicara Peran Guru, Sentuhan Teknologi dan CSR Dunia Usaha...
Plh.Sekdaprov Riau Masrul Kasmy, Kadis Pendidikan Riau Zul Ikram, Ketua PGRI Riau DR Muhammad Syafii, SPd, MSi, tokoh pendidikan Riau Sumardhi Thater dan pengurus PGRI kabupaten kota foto bersama.

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Masrul Kasmy membuka pelaksanaan Konferensi Kerja I Pesatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau, Rabu (27/1/2021).

Dalam acara yang dilaksanakan di Hotel Furaya Pekanbaru dan dihadiri perwakilan PGRI kabupaten dan kota di Riau dengan menerapkan protokol kesehatan ketat itu, Masrul mengungkapkan apresiasinya terhadap upaya mendigitalisasi peran dunia pendidikan, khususnya guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Riau. 

Dijelaskan Masrul, Pemprov Riau mendukung setiap upaya dari PGRI Provinsi Riau dalam upaya melakukan evaluasi dan pembenahan mengingat itulah cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke depan. 

''Saya melihat tema acara ini, ada kalimat digitalisasi. Dari sana saya melihat ada reorientasi dalam pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Tentunya itu akan ada korelasinya dengan para guru dan ketersediaan teknologi khususnya sarana informatika. Kami melihat ini sebuah terobosan baru yang harus sama-sama kita dukung,'' ungkap Masrul.

Dijelaskan Masrul, paradigma lama tentang peran guru harus terus berkembang, dan formula untuk memudahkan peran guru harus menjadi perhatian bersama. 

Memang, diakui Masrul, tugas tersebut bukan hanya menjadi tugas PGRI atau pemerintah saja. Ada banyak pihak yang hrus dilibatkan, termasuk masyarakat dan dunia usaha. 

Disebutkan dia, dunia usaha punya program Corporate Social Responsibility (CSR). ''Perusahaan-perusahaan di sekitar sekolah bisa dilibtkan untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan, salah satunya dengan membantu ketersediaan sarana telekomunikasi dan informatika yang bisa memudahkan proses belajar mengajar,'' ungkap dia. 

Karena itulah, imbau Masrul, hubungan baik dengan semua pihak harus mampu diciptakan. ''Bagaimana semua mempunyai rasa tanggung jawab yang sama untuk mendidik anak bangsa, hingga ke depan itu kita bisa menjadi bangsa yang kuat, itu harus jadi komitmen bersama,'' kata dia. 

Sementara itu, Ketua PGRI Riau DR Muhammad Syafii, SPd, MSi mengungkapkan Konferensi Kerja I ini adalah amanah organisasi setelah terpilihnya kepengurusan. 

PR nya saat ini, dikatakan dia,  PGRI harus bekerja cepat, khususnya  untuk mengikuti  perubahan dan perkembangan teknologi.

Namun, disamping itu, Syafii mengingatkan  tetap pola sentuhan perlindungan,  pola sentuhan kebutuhan dan pendekatan profesi harus  lakukan . PGRI tugasnya adalah melayani. Karena itulah, pengurus PGRI harus melaksanakan pola perlindungan, kebutuhan dan peningkatan kompetensi bagi para guru.

''Kalau membangun pola pikir, itu bisa dibantu dengan penggunaan teknologi, kalau tentang sentuhan, karakter, itu sangat sulit sekali. Karena itulah, semuanya harus digunakan untuk bisa mengatasi permasalahan terkait pandemi saat ini,'' kata dia. 

Disanalah, sebut Syafii, PGRI harus bisa berperan untuk membantu para anggotanya. ''Karena itulah, saat ini, seluruh dari 12 kepengurusan PGRI di kabupaten dan kota kita undang untuk bisa merumuskan pola yang paling tepat untuk menghadapi permasalahan saat ini, disamping juga menyusun program kerja PGRI secara keseluruhan,'' ungkap Syafii.

Dia pun berharap dukungan dari pemerintah daerah khususnya sebagai mitra dalam dunia pendidikan untuk bersama-sama membangun pendidikan di Provinsi Riau.(R02)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional