PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Plh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Masrul Kasmy yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Zul Ikram mengikuti pertemuan guna menyukseskan peluncuran merdeka belajar episode ketujuh pada "Program Sekolah Penggerak" secara virtual di Ruang Riau Command Center Menara Lancang Kuning, Senin (01/02/2021).
Program Merdeka Belajar ini merupakan program kebijakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim dan saat ini sudah peluncuran merdeka belajar episode ketujuh terkait program sekolah penggerak.
Nadiem memaparkan program sekolah penggerak ini dilihat dari penjelasan visi pendidikan yang mana reformasi pendidikan di Indonesia itu berdasarkan profil pelajar pancasila.
"Sistem pendidikan akan berancang-ancang pada enam profil pelajar pancasila," ujarnya.
Menteri Nadiem menuturkan adapun enam konsep dari pelajar pancasila diantaranya, pertama, spiritualitas yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak dan moralitas. Kedua, berkebinekaan global yaitu mencintai keberagaman yang memiliki berbagai sudut pandang, mencintai perbedaan pendapat dan memiliki perspektif global.
"Karena masa depan kita adalah global dan di level apapun di masyarakat dan di semua masa depan kita berkompetisi global," ungkapnya.
Ketiga, bergotong royong yaitu kemampuan bekerja dalam tim, kemampuan saling membantu, kemampuan berempati karena tidak akan ada aktivitas apapun di bidang ekonomi atau bidang apapun di masa depan yang tidak membutuhkan kerjasama dan kolaboratif dan produktif.
Keempat adalah kreatifitas atau kemampuan berpikir dengan perspektif berbeda, kemampuan untuk menyelesaikan masalah terhadap permasalahan yang mungkin belum pernah terlihat dan kemampuan dan keberanian untuk melakukan inovasi.
Kelima bernalar kritis memecahkan masalah, kemampuan untuk bisa menggunakan apa yang kita tahu untuk memecahkan masalah-masalah yang belum kita ketahui.
"Ini adalah kemampuan bernalar kritis, kemampuan menerima informasi secara kritis tidak dimakan saja informasi tapi juga diproses dan diciptakan untuk menyelesaikan masalah yang pragmatis," tuturnya.
Keenam yaitu kemandirian untuk mendorong diri sendiri, kemampuan untuk membuat keputusan sendiri dan kemampuan untuk menjadi pembelajaran sepanjang hayat.
"Kita tidak mungkin mencapai kalau kita tidak melakukan transformasi pendidikan kita. Inilah yang kita maksudkan sekolah penggerak," ungkapnya.
Untuk itu menurutnya sekolah penggerak adalah yang duluan melakukan transformasi, karena hal tersebut tidak bisa serentak melakukannya di seluruh Indonesia.
"Tapi harapan kita kedepannya semua sekolah menjadi sekolah penggerak. Ini adalah awal dari perjalanan 10 hingga 15 tahun kedepan untuk mencapai semua sekolah menjadi sekolah penggerak ini adalah transformasi," pungkasnya. (MCR)
Listrik Indonesia

