TELUKKUANTAN (RIAUSKY.COM)- Bentrokan terjadi antara pekerja PT. BRJ dengan Kelompok Tani Maju Sejahtera Desa Muara Langsat Kecamatan Sentajo Raya, pada lahan yang sedang bersengketa, Jumat, 21/10/2022) pagi menjelang siang tadi.
Akibat bentrokan tersebut, dilaporkan sebanyak enam orang mengalami luka-luka.
Keributan tersebut diduga terkait dengan konflik lahan.
Kapolsek Logas Tanah Darat (LTD) Iptu Dodi Hajri SH, Saat Dikonfirmasi Riausky.com melalui telpon selulernya, Jumat, (21/10/2022) sekira pukul 15:25 wib di Teluk Kuantan membenarkan peristiwa keributan tersebut.
Dijelaskan, pada saat kejadian, pekerja PT. BRJ, Agustinus Manao sedang melakukan patroli di lahan yang bersengketa.
Pada saat patroli, ditemukan Kelompok Tani Maju Sejahtera sedang memanen kelapa sawit di lahan tersebut.
Oleh karena itu, Agustinus Manao melarang mereka untuk melakukan pemanenan, namun, Kelompok Tani Maju Sejahtera tidak terima, karena, menurut mereka PT. Barito (BRJ) tidak memenuhi kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.
Dimana, pihak PT. Barito melarang kelompok tani, sedangkan mereka tetap memanen buah sawit, sehingga keributan yang mengakibatkan Agustinus Manao mengalami luka di bagian kepala akibat dipukul menggunakan senapan angin.
Selanjutnya, Agustinus Manao lari ke barak pekerja PT. BRJ dan diikuti oleh Kelompok Tani Maju Sejahtera sampai ke barak.
Setibanya di barak, sempat terjadi negosiasi antara pekerja PT. BRJ dengan kelompok tani yang diwakili oleh Stevanus.
Sekitar pukul 09.00 WIB, pada saat sedang terjadi, negosiasi kelompok masyarakat yang berada sekitar 100 Meter dari lokasi negosiasi melakukan pengrusakan terhadap barak, sehingga memicu terjadinya bentrok yang mengakibatkan korban dari pihak PT BRJ Agustinus Manao, luka robek di bagian kepala (Luka Berat), Yosua Taoho, 27 tahun, buruh pekerja PT.BRJ mengalami luka tembak senapan angin pada bagian punggung, Fendi Manao, 25 tahun, pekerja PT BRJ mengalami luka tembak senapan angin bagian lengan tangan kiri, Andreas Banso, pekerja BRJ, mengalami luka tembak senapan angin bagian paha kanan.
Sedangkan pihak masyarakat muara Langsat, Eko, 27 tahun, mengalami luka sayatan dibagian pinggang sebelah kanan dan sebelah kiri, dan bahu sebelah kanan. (Luka Berat) dan Sudar Sudi, 53 tahun, mengalami luka sayatan bagian punggung.
Kerugian material atas konflik tersebut, 1 unit kendaraan sepeda motor honda Supra tanpa nopol (dibakar), kerusakan dipan (tempat tidur) terbuat dari bambu dibakar dan kaca jendela barak pecah.
Kepala Kepolisian Sektor Logas Tanah Darat, Iptu Dody Hajri, SH membenarkan kejadian tersebut telah terjadi,
”Ya benar! konflik antara kelompok Tani Maju Sejahtera desa Muara Langsat dengan PT.BRJ,” jelas Iptu Dody Hajri SH melalui Kasi Humas Polres Kuansing AKP Tapip Usman SH.
Para korban saat ini sudah di rujuk ke RSUD Teluk Kuantan untuk di Lakukan perawatan Intensif, sedangkan kondisi di TKP sudah kondusif dan aman, saat pihak kepolisian tiba di lokasi tempat kejadian, pungkas IPTU Dodi Hajri.(R12)
Listrik Indonesia

