PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar menghadiri peringatan Hari Jadi Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Ke-63 di Gedung Dekranasda Kota Pekanbaru, Senin (28/7/2025).
Pada kesempatan itu, hadir sejumlah tokoh, di antaranya mantan Gubernur Riau H Saleh Djasit selaku Ketua Umum Wredatama Provinsi Riau, Anggota DPR RI Dapil Riau H Achmad, juga pengurus Wredatama Pekanbaru yang umumnya adalah mantan pejabat Pemko Pekanbaru.
Pada kesempatan tersebut, Markarius mengaku terkesan dengan semangat yang masih ditunjukkan oleh para wredatama Kota Pekanbaru yang diharapkan tetap bisa menjadi tunjuk ajar dan membimbing pemerintah kota Pekanbaru saat ini.
''Pemimpin Kota Pekanbaru saat ini masih muda, Pak Agung anak muda, saya juga, walau sudah di atas 40 tahun juga masih merasa muda, masih minim pengalaman, sehingga perlu banyak mendengarkan dan masukan dari Bapak dan Ibu para Wredatama yang ada di sini,''ungkap Markarius saat didapuk memberi sambutan pada hajatan tersebut.
Walau banyak di antara wredatama sudah berusia lanjut, namun Markarius mengungkapkan pemikiran dan masukan dari para tokoh pemerintahan pada masanya ini penting dan diperlukan untuk membenahi Kota Pekanbaru.
Pada kesempatan itu, Markarius juga menjelaskan sejumlah kondisi Kota Pekanbaru yang saat ini terus berbenah, mulai dari persoalan parkir, penanganan sampah, pembersihan drainase, pendidikan juga berbagai aspek pembangunan yang dilaksanakan saat ini.
Markarius menjelaskan perihal kebijakan parkir yang saat ini sudah mulai diturunkan. ''Bila sebelumnya Rp2.000, sekarang sudah kita turunkan menjadi Rp1.000. Jadi kalau biasa lima kali parkir sehari bisa menghabiskan Rp10.000, sekarang cuma Rp5.000, artinya, sehari itu bisa menghemat sampai Rp5.000,kalau dikalikan sebulan, artinya, menghemat sampai Rp150.000, Alhamdulillah, cukup membantu, ''ungkap Markarius.
Namun begitu, dia juga tidak menafikan Pemko saat ini masih dihadapkan dengan persoalan masih ada masyarakat yang menolak naiknya biaya angkut sampah.
''Sampah kita saat ini sudah 100 persen dikelola oleh LPS dan ini sudah berjalan di sleuruh kelurahan.Memang masih ada masalah, dimana masih ada masyarakat yang keberatan karena ada kenaikan iuran, naiknya berkisar Rp5.000,'' jelas Markarius.
''Kalau biasanya dipungut Rp15.000, sekarang mungkin ada yang naik menjadi Rp20.000, tapi itu juga masih ada yang keberatan,'' ungkap dia lagi.
Dia menjelaskan, kenaikan tersebut terkait dengan kondisi dimana saat ini, sampah yang ada di pemukiman langsung diantarkan ke TPS antara yang jaraknya cukup jauh, sehingga memang dibutuhkan biaya lebih.
''Sebelumnya kan sampah kita dikelola oleh pihak ketiga, kurang efektif, karena sampah dipungut bisa dua atau tiga hari sekali, tapi saat ini, diangkut setiap hari. Tapi memang untuk membuang sampahnya kan jaraknya lebih jauh,'' imbuh dia.
Karena itulah, Markarius mengharapkan dukungan dan masukan dari para Wredatama terkait langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemko saat ini.
Selain menjelaskan perihal sampah dan parkir, Markarius juga menjelaskan perihal kebijakan Pemko saat ini menggratiskan pendidikan untuk seluruh anak-anak di Kota Pekanbaru.
''Tidak boleh ada lagi anak-anak di Pekanbaru yang tidak sekolah, atau putus sekolah, apalagi bila alasannya tidak punya biaya. Bahkan, kalau pun di sekolah swasta, karena keterbatasan di sekolah negeri, Pemko sudah berkomitmen untuk membantu pembiayaan untuk anak-anak Pekanbaru bisa tetap sekolah,'' jelas Markarius.
Gelaran Hari jadi PWRI di Kota Pekanbaru ini berlangsung gembira sekaligus khidmat, yang diakhiri dengan pemotongan dan pembagian tumpeng kepada pengrus dan tokoh.
Tampak hadir Ketua PWRI Pekanbaru Dastrayani Bibra, mantan kepala dinas dan asisten, camat dan pegawai di lingkungan Pemko Pekanbaru seperti Hj El Syabrina, Baharuddin, Herman Nazar, Kastalani Rahman, Bukhraini, juga beberapa pejabat pemko pada masanya.(R04)
Listrik Indonesia

