Kebakaran Hanguskan 16 Ruangan Ponpes Daarul Rahman Kateman

Kebakaran Hanguskan 16 Ruangan Ponpes Daarul Rahman Kateman

TEMBILAHAN (RIAUSKY.COM)- Musibah kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman yang berlokasi di Jalan Santri, Parit 12 Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Peristiwa yang terjadi pada sore menjelang malam tersebut menghanguskan sedikitnya 16 ruangan penting di lingkungan pesantren, Senin (26/1/2026).

Api mulai terlihat berkobar sekitar pukul 17.30 WIB dan baru berhasil dipadamkan sepenuhnya dua jam kemudian, yakni sekitar pukul 19.30 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, amukan si jago merah melalap fasilitas pendidikan dan akomodasi, yang terdiri dari 8 ruang kelas MA/MTs, 3 kamar guru, 4 kamar santri, serta 1 kantor MA Daarul Rahman.

Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik di salah satu bangunan, yang kemudian dengan cepat merambat ke ruangan lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Harun, menyampaikan rasa duka mendalam bagi keluarga besar Ponpes Daarul Rahman.

"Kami menyampaikan rasa prihatin dan duka yang sedalam-dalamnya atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Ponpes Daarul Rahman. Ini adalah ujian berat bagi dunia pendidikan kita di Inhil," ujar H. Harun dalam keterangannya.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak Kemenag akan segera melakukan koordinasi untuk langkah-langkah darurat ke depan.

"Kami sedang mengumpulkan data lengkap mengenai kerugian materiil. Fokus utama kita adalah bagaimana memastikan proses belajar mengajar santri tidak terhenti total. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bahu-membahu meringankan beban para santri dan guru yang terdampak," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dan petugas setempat masih melakukan olah TKP untuk memastikan total kerugian materiil. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian diprediksi mencapai ratusan juta rupiah mengingat banyaknya fasilitas belajar yang hangus terbakar.(*)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional