KAMPAR (RIAUSKY.COM) - Di tengah riuhnya arus pengunjung di Mega Mall Batam Centre, Kota Batam, sebuah stan sederhana justru menjadi salah satu titik paling ramai yang tak pernah sepi. Aroma olahan ikan patin, jahe merah, hingga jajaran batik khas daerah seolah mengundang langkah siapa pun yang melintas.
Stan itu milik Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (UMK) Kabupaten Kampar yang tampil di ajang IndoVEC Expo 2026 yang digelar di Mega Mall Batam Centre.
Sejak hari pertama, suasana di stan Kampar berubah seperti etalase kecil yang hidup. Pengunjung datang silih berganti, sebagian penasaran, sebagian lagi sudah tahu reputasi rasa khas dari produk-produk UMK Kampar.
Abon patin, kerupuk kulit patin, olahan kelor, jahe merah, singkong panggang, salai podeh, hingga Batik Kampar bukan sekadar dipajang, tapi benar-benar “bergerak” di tangan pengunjung banyak yang langsung membeli, bahkan beberapa produk ludes di hari pertama.
Di balik ramainya stan itu, ada cerita yang lebih dalam, para pelaku UMK kecil dari Kampar yang untuk pertama kalinya merasakan produknya dicicipi pengunjung lintas daerah, bahkan hingga wisatawan dari Singapura dan Malaysia.
Tak sedikit pula perantau asal Kampar yang datang dengan mata berbinar, sekadar ingin merasakan rasa kampung halaman di tanah rantau. Stan itu berubah bukan hanya jadi tempat jual beli, tapi ruang temu emosi.
Di akhir gelaran, kerja keras itu berbuah manis. Kampar berhasil meraih penghargaan Stand Terbaik Kedua.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMK Kabupaten Kampar, Syarifuddin, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut capaian ini sebagai energi baru bagi pelaku UMK di daerahnya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mendorong UMK Kampar agar semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Syariffudin didampingi Kabid Pemberdayaan UMK, Reni Sri Anggraini dikutip Senin (4/5/2026).(mc)
Sebelumnya, ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan Kampar bukan sekadar pameran, tetapi langkah nyata membuka pasar yang lebih luas.
“Produk UMK Kampar memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain. Melalui ajang ini, kita ingin menunjukkan bahwa produk lokal Kampar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Lebih dari sekadar penghargaan, kehadiran UMK Kampar di Batam menjadi cerita tentang harapan baru tentang bagaimana produk rumahan bisa naik kelas, menembus batas daerah, bahkan membuka jalan menuju pasar internasional.
Di antara keramaian Batam, Kampar pulang membawa lebih dari sekadar piala mereka membawa perhatian, peluang, dan kepercayaan diri baru.(mc)
Listrik Indonesia

