PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Hari Raya Iduladha menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada masyarakat. Persiapan kurban dilakukan melalui perencanaan matang agar pelaksanaan penyembelihan hingga distribusi daging berjalan tertib, higienis, serta sesuai syariat Islam.
Ketua Harian Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) Annur Provinsi Riau, Buya Dr H Zul Ikromi, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat untuk menentukan teknis pelaksanaan kurban tahun ini. Dari hasil musyawarah tersebut, panitia memutuskan penyembelihan hewan kurban tidak dilakukan pada hari pertama Iduladha 1447 H.
“Kami telah melakukan rapat bersama, sehingga keluarlah keputusan bahwa Masjid Raya Annur tidak menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban pada hari-hari Idul Adha. Kita sepakat untuk melaksanakan kurban pada hari kedua 11 Zulhijjah atau 28 Mei 2026,” kata Buya Zul Ikromi di Pekanbaru, Minggu (24/05).
Ia menjelaskan, penjadwalan pada hari kedua diharapkan dapat memberi ruang bagi panitia untuk menyiapkan seluruh kebutuhan teknis secara optimal. Terlebih sejauh ini, jumlah hewan kurban yang telah diterima panitia Masjid Raya Annur terdiri dari enam ekor sapi dan sembilan ekor kambing.
Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi data final. Panitia masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi sebagai peserta kurban hingga batas waktu yang telah ditentukan.
“Hingga saat ini, hewan kurban yang sudah diserahkan kepada panitia Masjid Raya Annur berjumlah 6 sapi dan 9 kambing. Data laporan tersebut belum final, kemungkinan bisa jadi bertambah karena kami masih menerima peserta kurban,” jelasnya.
Diungkapkan, jumlah hewan kurban masih dapat meningkat sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar. Sebab, untuk pelaksanaan tahun ini Masjid Raya Annur dipastikan tidak menjadi lokasi penyembelihan sapi kurban bantuan Presiden.
Konndisi tersebut berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ketika masjid ini kerap menerima sapi limosin berbobot besar untuk disembelih.
“Untuk tahun ini, sapi kurban Bapak Presiden tidak dilakukan penyembelihan di Masjid Raya Annur. Tetapi dialokasikan ke daerah Riau lainnya. Sehingga, kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Diterangkan, jumlah sapi kurban tahun 2026 mengalami penurunan dibanding dua tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 12 ekor sapi, kemudian tahun 2025 sebanyak 10 ekor sapi, sementara tahun ini baru mencapai enam ekor sapi.
Penurunan tersebut akan menjadi bahan musyawarah lanjutan bagi panitia untuk menentukan skema distribusi daging kurban. Meski jumlah hewan kurban menurun, panitia memastikan penyaluran daging tetap menjadi prioritas utama bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Petugas kebersihan, satpam, hingga warga yang tinggal di sekitar Masjid Raya Annur Provinsi Riau menjadi kelompok penerima prioritas. Langkah ini dilakukan agar nilai sosial dari ibadah kurban benar-benar dirasakan oleh kalangan yang selama ini berkontribusi maupun warga sekitar lingkungan masjid.
"Tentu saja prioritas utama penyaluran daging kurban akan dialokasikan kepada petugas kebersihan dan petugas keamanan Masjid Raya Annur Provinsi Riau, hingga warga sekitar yang berada di sini," terangnya.
Lebih lanjut, BPMR Annur Riau menegaskan seluruh proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban akan dilakukan secara tertib dan transparan. Panitia juga berkomitmen menjaga seluruh pelaksanaan tetap sesuai aturan syariat Islam.
“Kami dari pihak pengurus dan panitia memastikan bahwa seluruh proses distribusi akan dilakukan dengan adil dan tidak melanggar aturan-aturan syariat Islam,” pungkasnya.
Listrik Indonesia

