SIAK (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Siak, membagikan 119.500 masker gratis kepada masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker dilakukan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Siak sejak 2 September 2026. Hingga Sabtu (5/9/2026), jumlah masker yang telah dibagikan mencapai 119.500 lembar.
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Siak Handry mengatakan pembagian masker dilakukan sebagai langkah perlindungan bagi masyarakat dari paparan polutan akibat kabut asap.
“Dari pantauan ISPU di beberapa kecamatan, kualitas udara semakin memburuk. Karena itu, kami membagikan masker kepada masyarakat se-Kabupaten Siak,” kata Handry, Minggu (6/9/2026).
Pada hari yang sama, Dinkes P2KB kembali mendistribusikan 2.940 masker tambahan ke seluruh kecamatan. Masker dibagikan di sejumlah titik, termasuk di pinggir jalan kepada pengendara yang masih harus beraktivitas di luar rumah.
Handry mengatakan masyarakat perlu mewaspadai kabut asap karena kandungan partikulat halus PM2.5 tidak terlihat oleh mata, tetapi dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.
“Masker berfungsi menyaring partikel berbahaya yang bisa masuk sampai ke alveoli paru,” ujarnya.
Menurut Handry, penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan asap dan melindungi saluran pernapasan dari berbagai gangguan kesehatan, seperti iritasi tenggorokan, batuk, sesak napas, kambuhnya asma, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Selain partikulat, asap kebakaran juga dapat mengandung gas dan senyawa berbahaya sehingga masyarakat diminta tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi yang biasa.
Handry mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat. Jika harus keluar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker dan memperbanyak konsumsi air putih.
“Karena kondisi ISPU di seluruh kecamatan dalam kategori tidak sehat, saya berpesan agar masyarakat dapat mengurangi kegiatan di luar rumah. Kalau pun harus keluar, harap menggunakan masker dan juga perbanyak minum air putih,” katanya.
Pembagian masker tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mengurangi risiko kesehatan masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla. Kondisi asap di wilayah Riau pada periode yang sama juga dilaporkan berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat. (R08)

