Elektrifikasi Rendah, Masih Ada 15,23 Persen Desa di Pelalawan Belum Terjangkau Listrik PLN

Elektrifikasi Rendah, Masih Ada 15,23 Persen Desa di Pelalawan Belum Terjangkau Listrik PLN

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pemerintah Kabupaten Pelalawan  mendorong PLN untuk  upaya pemerataan akses kelistrikan  bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.

Saat ini, masih banyak wilayah pedesaan yang belum terjangkau akses kelistrikan, salah satunya di kabupaten Pelalawan.

Masih ada desa-desa di Pelalawan yang belum teraliri listrik PLN.

Asisten II Setda Pelalawan Fakhrizal menyebutkan, rasio elektrifikasi Kabupaten Pelalawan pada tahun 2025 mencapai 99,9%, dengan komposisi layanan PLN sebesar 84,67% dan non-PLN 15,23%.

Artinya masih ada desa-desa yang belum terjangkau oleh aliran listrik pemerintah. Karena itulah, dia mengusuljan supaya desa-desa tersebut diusulkan untuk mendapatkan program listrik desa (Lisdes).

Itu disampaikan Fakhrizal saat menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) dan Fasilitasi Penyiapan Lahan di Kantor PLN UID Riau, Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Dikatakan Fakhrizal, pada desa-desa yang belum terjangkau, layanan non-PLN masih digunakan antara lain melalui BUMD PT Tuah Sekata dan genset.

“Persentase layanan PLN di Pelalawan masih lebih rendah dibandingkan rata-rata kabupaten/kota di Riau yang sudah di atas 90 persen. Karena itu, listrik menjadi salah satu hal penting yang kami perjuangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pengentasan kemiskinan.” ujar Fakhrizal.

Pemkab Pelalawan mengusulkan Desa Serapung, yang berada di pulau terpisah dari Pulau Mendol, sebagai salah satu prioritas program Lisdes. Hingga kini, Serapung belum teraliri jaringan listrik PLN.

“Secara data, masih ada desa di Provinsi Riau yang belum dialiri listrik PLN. Ini memerlukan komitmen kuat dari PLN dan Dinas ESDM Provinsi Riau untuk memperjuangkannya demi kesejahteraan masyarakat dan membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan.” tegasnya.

Selain Serapung, Pemkab Pelalawan menyampaikan 15 titik yang telah masuk dalam roadmap usulan bersama PLN. Perhatian juga diberikan kepada Pulau Mendol, Kecamatan Kuala Kampar, yang sebagian masyarakatnya masih menikmati listrik sekitar 12 jam per hari, padahal wilayah tersebut memiliki potensi pertanian yang besar.

Rapat dibuka General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau Didik Wicaksono.

Turut hadir Gubernur Riau yang diwakili Sekdaprov Riau Syahrizal Abdi, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Eri Nurcahyanto, Koordinator Perencanaan Kebijakan dan Pembangkit Tenaga Listrik Kementerian ESDM Aryo Panggih Pramonojati, perwakilan BBSP KEBTKE, Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang, perwakilan DLHK Provinsi Riau, PLN bidang Pengembangan Listrik Desa, Kementerian Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, serta bupati/wakil bupati se-Provinsi Riau atau yang mewakili.

Melalui forum tersebut, Bupati Zukri berharap sinergi Pemkab Pelalawan, PLN, dan pemerintah pusat dapat mempercepat perluasan jaringan listrik, terutama bagi desa-desa yang hingga kini belum memperoleh layanan PLN secara optimal.(R09)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional