PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus mematangkan berbagai persiapan untuk menghadapi penilaian Adipura. Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari optimalisasi pengelolaan sampah hingga penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) 2 Muara Fajar.
"Untuk target penghargaan Adipura, kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin. Tim dari Kementerian Lingkungan Hidup diperkirakan turun ke Kota Pekanbaru untuk melakukan penilaian pada akhir tahun. Namun, kami belum mengetahui secara pasti kapan mereka akan datang," kata Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra, Sabtu (19/9/2026).
Salah satu fokus persiapan adalah mengoptimalkan kinerja Lembaga Pengelola Sampah (LPS). Setiap LPS diminta menjalankan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya masing-masing. Selain itu, DLHK memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah liar maupun tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang dapat mengganggu kebersihan kota.
"Kami memastikan jangan sampai ada lagi tumpukan sampah liar ataupun TPS-TPS liar di Kota Pekanbaru," ujar Reza.
Penataan TPA 2 Muara Fajar juga menjadi perhatian utama. Proses pekerjaan di lokasi tersebut masih terus berjalan sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah.
DLHK juga menaruh harapan pada pengoperasian fasilitas pengolahan sampah yang dikelola PT Indonesia Clean Energy (ICE) Riau. Sejumlah peralatan untuk fasilitas tersebut sudah berada di lokasi TPA.
"Untuk PT ICE Riau, mudah-mudahan tahun ini sudah bergerak dan beroperasi. Peralatan untuk pekerjaannya sudah ada di TPA, kecuali generator. Pipa membran juga sudah berada di sana dan tinggal dilakukan pemasangan instalasi," ungkap Reza.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi Kota Pekanbaru, termasuk mendukung upaya pemerintah kota dalam memenuhi berbagai indikator penilaian Adipura.
Namun, upaya meraih Adipura tidak hanya bergantung pada pemko. DLHK mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Kami mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan lingkungan. Jangan sampai kota kita kembali kotor seperti saat pernah mengalami kondisi darurat sampah," ucap Reza.(R06)
Listrik Indonesia

