Bertabur Prestasi, Universitas Abdurrab Kian Diminati

Bertabur Prestasi, Universitas Abdurrab Kian Diminati

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)  - Kegiatan hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Abdurrab (Univrab) di Gedung Susiana Tabrani Convention Hall (STCH), Jalan Bakti Pekanbaru, Jumat (12/10/2026) diawali penampilan mahasiswa baru.  Bukan hanya itu saja, mahasiswa juga mendapatkan ilmu dari sejunlah pembicara.

Pembicara pertama, Ustad dr. Alaudin Syaiful Anwar, M.Biomed dengan materi Menanamkan Kecintaan pada Alquran. Pembicara kedua, Ustad Dr. H. Mawardi, Lc, MA dengan materi Menanamkan Iman, Islam. Selanjutnya Wakil Rektor I Univrab apt. Isna Wardaniati, M. Farm, Wakil Rektor II Liza Trisnawati, S.T., M.Kom, Wakil Rektor III dr. May Valzon, M.Sc , Wakil Rektor IV Dr. dr. Syamsul Bahri Riva'i, Sp.OG juga menyampaikan materi sesuai bidangnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Universitas Abdurrab atas berbagai capaian yang telah diraih. Secara institusi Universitas Abdurrab telah meraih akreditasi Baik Sekali. Bahkab, dari 17 program studi yang dimiliki, empat program studi telah memperoleh akreditasi Unggul yakni Prodi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, Ilmu Komunikasi serta Teknik Informatika.

Menurutnya, capaian tersebut perlu terus ditingkatkan melalui akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para dosen. Ia mendorong dosen Universitas Abdurrab untuk mempercepat proses kenaikan jabatan fungsional dan meningkatkan kualifikasi akademik.

Ia juga mengapresiasi peningkatan jumlah mahasiswa baru Universitas Abdurrab dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), jumlah mahasiswa yang terdaftar sebelumnya mencapai sekitar 3.966 orang. Dengan adanya tambahan mahasiswa baru tersebut, jumlah mahasiswa Universitas Abdurrab kini telah menembus lebih dari 4.000 orang.

“Ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat kepada Universitas Abdurrab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nopriadi berharap Universitas Abdurrab tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik dan kelembagaan, tetapi juga mampu melahirkan dosen dan mahasiswa yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pemerintah daerah, baik di bidang sosial, ekonomi maupun lingkungan.

“Kami berharap Universitas Abdurrab menjadi universitas yang dosen dan mahasiswanya berdampak dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat maupun pemerintah daerah, baik secara sosial, ekonomi maupun lingkungan,” tuturnya.

Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd  menjelaskan, pihak yayasan terus berbenah menyiapkan pengembangan sarana dan prasarana serta infrastruktur kampus. Perencanaan pembangunan dilakukan berdasarkan proyeksi pertumbuhan mahasiswa, kebutuhan program studi hingga kemampuan keuangan yayasan.

“Kami bikin Renstra pembangunan, kami melihat akan ada prodi baru lagi. Kemudian kalau masyarakat sudah mulai merespons, misalnya Fisioterapi tahun ini ternyata hampir 200 orang, Farmasi juga begitu, kami sebagai tim pembangunan akan memprediksi kira-kira kelas kurang atau tidak,” ujarnya.

Menurutnya, penyusunan rencana strategis (renstra) dilakukan dengan menghitung perkembangan tiga tahun terakhir. Kemudian membuat proyeksi pertumbuhan mahasiswa untuk beberapa tahun ke depan. Jika pertumbuhan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen, angka tersebut kemudian dihitung bersama tim pembangunan, termasuk dari unsur teknik sipil, untuk menentukan kebutuhan pengembangan Kampus 1 maupun Kampus 2.

“Jadi kebijakan-kebijakan kami itu tidak pernah tanpa analisis. Anggaran kan pas-pasan, jadi harus sangat pintar memanage-nya supaya cukup, tetapi mahasiswa tetap tertampung dengan fasilitas yang nyaman,” katanya.

Pertumbuhan mahasiswa di Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan (FFIK) menjadi salah satu alasan dilakukan penataan kembali kawasan kampus. Karena jumlah mahasiswa semakin banyak, sebagian aktivitas FIK akan dipindahkan ke kawasan kampus yang baru. Sementara itu, program studi Teknologi Laboratorium Medik (TLM) tetap berada di lokasi sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat yayasan menyiapkan kawasan baru di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. DI kawasan dengan luas sekitar 12 hektare tersebut, pembangunan rumah sakit direncanakan berada di bagian depan lahan. Sementara area belakang juga diproyeksikan untuk pengembangan kampus.

Menurutnya, ekspansi tersebut tidak terlepas dari proyeksi pertumbuhan Universitas Abdurrab ke depan. Dengan bertambahnya mahasiswa dan program studi, kebutuhan lahan untuk pendidikan dan fasilitas pendukung juga diperkirakan terus meningkat.

"Persiapan pembangunan sebenarnya telah dilakukan. Gambar dan perencanaan bangunan disebut sudah tersedia. Masih menunggu proses perizinan yang harus diselesaikan sebelum dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan," paparnya.

Rektor Universitas Abdurrab, Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc., Ph.D., menjelaskan tahun ini, Univrab mencatat lonjakan jumlah mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Sebelumnya jumlah mahasiwa baru 800 orang, tahun ini angkanya meningkat signifikan menjadi 1.119 mahasiswa.

"Ini bentuk kepercayaan masyarakat terhadap Universitas Abdurrab, sekaligus menjadi momentum bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia serta pelaksanaan Tri Dharma dan Catur Dharma perguruan tinggi," ucap rektor.

Pertumbuhan mahasiswa baru juga terlihat pada sejumlah program studi, khususnya bidang kesehatan. Program Studi Fisioterapi yang sebelumnya menerima sekitar 80 mahasiswa kini meningkat menjadi sekitar 200 mahasiswa.

Sementara itu, Program Studi Farmasi juga mengalami penambahan daya tampung hingga sekitar 250 mahasiswa, seiring bertambahnya tenaga dosen.

Universitas Abdurrab juga telah membuka pendidikan profesi apoteker sehingga lulusan sarjana farmasi memiliki jalur pendidikan lanjutan untuk melanjutkan ke jenjang profesi.

Selain itu, kampus tengah menunggu izin atau Surat Keputusan (SK) untuk sejumlah program pendidikan baru, termasuk S1 Keperawatan, program profesi fisioterapi, serta S2 Teknik Sipil.

Di tengah rangkaian penerimaan mahasiswa baru dan PKKMB, Universitas Abdurrab juga tengah menjalani proses akreditasi untuk program D4 Teknologi Laboratorium Medik (TLM). “Memang tahun ini dalam satu event ada beberapa hal yang harus tetap kita perhatikan,” tutupnya.

Selanjutnya, Ust. Dr. Mawardi Muhammad Saleh, LC.,MA yang hadir sebagai pembicara memaparkan tentang Menanamkan Iman, Islam dan Ihsan.

"Iman, Islam, dan ihsan merupakan tiga landasan penting dalam membentuk kualitas kehidupan seorang Muslim. Ketiganya tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan dalam membangun kepribadian, akhlak, serta hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama," jelasnya.

Dijelaskannya bahwa keberagamaan seseorang tidak cukup hanya diukur dari pengetahuan atau aktivitas ibadah secara lahiriah. Nilai keimanan perlu ditanamkan dalam hati, diwujudkan melalui kepatuhan terhadap ajaran Islam, serta disempurnakan dengan sikap ihsan dalam setiap aspek kehidupan.

Iman menjadi fondasi utama. Keimanan kepada Allah SWT dan rukun iman lainnya harus melahirkan keyakinan yang kokoh serta memberikan arah dalam menjalani kehidupan. Iman tidak hanya diyakini dalam hati, tetapi juga tercermin melalui perkataan dan perbuatan.

Sementara itu, Islam merupakan bentuk pengamalan dari keimanan tersebut. Seorang Muslim dituntut menjalankan berbagai ketentuan agama, mulai dari ibadah hingga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

Adapun ihsan menjadi penyempurna. Ihsan mengajarkan seseorang untuk senantiasa berbuat baik dan menghadirkan kesadaran bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan Allah SWT. Dengan demikian, seseorang akan terdorong melakukan kebaikan bukan semata-mata karena ingin dilihat atau dinilai manusia, melainkan karena kesadaran dan keikhlasan kepada Allah.

Ketiga nilai tersebut penting ditanamkan sejak dini dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Iman memberikan keyakinan, Islam memberikan tuntunan, sedangkan ihsan memberikan kualitas dalam menjalankan kehidupan dan beribadah.

"Melalui pemahaman yang utuh terhadap iman, Islam, dan ihsan, diharapkan lahir pribadi Muslim yang tidak hanya kuat dalam keyakinan dan ibadah, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat," pungkasnya.

Universitas Abdurrab Kampus I beralamat di Jalan Riau Ujung Nomor 73, Pekanbaru. Kampus II terletak di Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau. Informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa menghubungi nomor telepon seluler 0811-6900-026, atau melalui media sosial Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok @universitasabdurrab.official. (*)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional