Kualitas Udara di Wilayah Riau Pagi Ini Berangsur Membaik

Kualitas Udara di Wilayah Riau Pagi Ini Berangsur Membaik

PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Kualitas udara di sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada pagi hari ini, Senin (19/10/2026) berangsur membaik.

Beberapa daerah yang sebelumnya berada pada kategori BERBAHAYA, pada pagi hari ini terpantau sedikit mengalami perbaikan kualitas udara.

Seperti halnya Kota Bangkinang sekitarnya di Kabupaten Kampar yang sehari kemarin berada pada kategori BERBAHAYA, pada pagi hari ini dilaporkan berada dalam kondisi SANGAT TIDAK SEHAT dengan konsentrasi PM2.5  berkisar 220 µg/m³.

Begitu juga dengan Kota Pangkalan Kerinci, kabupaten Pelalawan  yang pada pagi hari ini juga berdasarkan data  Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengalami penurunan konsentrasi PM2.5 menjadi 209 µg/m³.

Kondisi yang sama juga terjadi di Senggoro, kabupaten bengkalis, di mana pada pagi hari ini, konsentrasi PM 2.5 di wilayah udara Bengkalis tercatat 203 µg/m³ (SANGAT TIDAK SEHAT)

Kemajuan perbaikan kualitas udara juga terjadi di seputaran Bungaraya, Kabupaten Siak yang sudah lebih dua pekan berada di zona berbahaya, pada pagi hari ini, terpantau jauh lebih baik  menjadi TIDAK SEHAT dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 183 µg/m³.

Begitu pun dengan Kota Tembilahan dan sekitarnya di Indragiri Hilir, yang pada pagi ini terpantau dalam kualitas udara TIDAK SEHAT dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 149 µg/m³.

Begitu juga di Kota Siak Sri Indrapura, Siak, di mana padi ini terpantau kualitas udaranya TIDAK SEHAT dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 142 µg/m³.

Kota Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir padi ini juga cukup cerah, dimana kualitas udara terpantau TIDAK SEHAT, dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 115 µg/m³.

Kualitas udara membaik juga terjadi di Kota Pekanbaru, di mana pada pagi hari ini, kualitas udara berada pada kategori TIDAK SEHAT, dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 81 µg/m³.

Perubahan kondisi kualitas udara di Riau ini sangat tergantung pada curah hujan dan arah angin yang berhembus di wilayah -wilayah tersebut.

Sejauh ini, wilayah Riau sendiri terpantau dalam kondisi nol titik api, artinya, asap yang muncul berasal dari aktivitas kiriman karhutla di daerah-daerah lain yang berbatasan dengan Riau.(R05)

 

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional