Peringatan HAN 2017 di Riau

HARU...Kezia si Anak Papua, Ceritakan Kondisi Anak di Daerahnya

HARU...Kezia si Anak Papua, Ceritakan Kondisi Anak di Daerahnya
Kezia
PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) yang digelar di Provinsi Riau sudah berakhir pada hari ini, Sabtu 22 Juli 2017. Yang secara resmi ditutup oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise di Hotel Labersa.
 
Seluruh pesertanya merupakan anak-anak dari seluruh Nusantara, mulai dari Sabang sampai Merauke. Dan salah satu pesertanya adalah Kezia Marini, sadis berusia 15 tahun ini datang  dari Papua.
 
Saat berbincang dengan riausky, Kezia mengisahkan sedikit tentang kondisi anak-anak di daerahnya. Ada sejumlah permasalahan anak terjadi di Papua, mulai dari kenakalan remaja hingga kekerasan terhadap anak.
 
Anak yang tercatat sebagai salah seorang siswi di SMA N 4 Jayapura mencobtohkan banyaknya anak sekolah yang merokok, bahkan di sekolah itu sendiri. Ini yang membuatnya prihatan akan hal ini.
 
Menurut kezia upaya pencegahan dan antisipasi sudah dilakukan oleh pihak sekolah. Misalnya dengan memasang kamera pengintai CCTV di sudut-sudut sekolah hingga di dekat toilet. Tak hanya itu, Kezia mengungkapkan, kasus kekerasan terhadap anak juga masih banyak di Papua.
 
Kezia menyebut kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungannya sendiri.
 
"Saat itu ada anak tetangga saya yang terus saja menangis. Mungkin karena orangtuanya sudah lelah bekerja ditambah anaknya yang terus saja menangis, sehinnga anaknya ditampar," sebutnya
 
Kezia melanjutkan, ibunda Kezia lantas mencoba menenangkan sang anak dengan cara membawa anak itu ke rumahnya. "Saat itu orangtua sang anak malah marah. Dia bilang, kenapa sih buk anak saya dibawa. Saya yang merawat, saya yang ngasih makannya," ucap kezia dengan gaya menirukan orang tua sang anak.
 
Tentu ini menjadi salah satu contoh, dari segelintir permasalahan anak yang ada di Papua menurut cerita yang disampaikan Kezia.
 
Sementara itu, Menteri Yohana Susana Yembise dalam kegiatan penutupan FAN ini juga berpesan kepada anak-anak para peserta FAN. Ia mengatakan, setidaknya ada 5 hal yang mesti diingat dan harus dilakukan.
 
Anak-anak harus hormat kepada yang lebih tua, apakah itu orangtua sendiri, guru, dan lain-lain. Kemudian mencintai keluarga dan masyarakat, menyayangi teman, mencintai tanah air dan bangsa, rajin menunaikan ibadah menurut ajaran agama masing-masing, serta melaksanakan etika dan akhlak mulia," sebutnya. (*)

Listrik Indonesia

#Hari Anak Nasional 2017

Index

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional