KAMPAR KIRI (RIAUSKY.COM)- Meski telah melakukan demonstrasi berkali-kali menuntut perbaikan jalan di kampung halamannya, namun Pemprov dan DPRD Riau tak kunjung mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan di Kampar Kiri Hulu.
Pemerintah dan DPRD Provinsi Riau tak mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan jalan yang nyaris tak bisa dilalui untuk transportasi publik maupun angkutan hasil pertanian warga itu.
Tak diketahui jelas apa alasannya, tiba-tiba saja, pada Senin (4/12/2017), Gubernur Riau berserta rombongan termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau Dadang Eko Purwanto, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Riau Muhammad Amin didampingi sejumlah anggota DPRD Riau dapil Kampar muncul di Kampar Kiri Hulu dan menjanjikan akan melakukan perbaikan jalan sepanjang 70 kilometer itu pada tahun 2019 yang akan datang.
Gubernur Riau bersama rombongan tampak berjalan kaki sejauh satu kilometer untuk memastikan medan-medan ruas jalan yang selama ini menjadi titik kerusakan terparah di kawasan yang menjadi jalur alternatif Kampar Kiri menuju Sumatera Barat itu.
Di ruas jalan tanah merah yang oleh warga disebut dengan jalur kuning itu, beberapa kali mobil dinas yang digunakan rombongan Gubernur tak bisa melintas karena buruknya kondisi ruas jalan tersebut.
Warga sendiri, kepada riausky.com beberapa kali sempat memprotes tidak adanya perhatian pemerintah dan DPRD Riau terhadap kondisi ruas jalan yang setiap hari mereka lalui.
Sayangnya, pada tahun 2018 ini pun, baik pemerintah dan DPRD tidak ada mengalokasikan anggaran untuk perbaikan ruas jalan yang dipastikan tidak bisa dilalui bila musim penghujan tiba.
Riausky sendiri sempat mengkonfirmasi terkait pengajuan anggaran untuk perbaikan ruas jalan tersebut sebelum pengesahan APBD melalui anggota Banggar, Aherson. Namun, dia menyebutkan, sejauh ini, tidak ada usulan untuk perbaikan ruas jalan itu,'' kata dia.
''Mungkin Pemkab tidak ada usulkan, atau ada faktor lain, saya tidak tahu, memangnya itu ruas jalan Provinsi atau kabupaten?'' tanya Aherson terheran-heran.
Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dalam tinjauannya melewati wilayah lintas Lipat Kain - Lubuk Agung sampai Muara Selaya, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.
Usai meninjau, orang nomor satu di Riau ini janji dua titik jalan parah di jalan lintas ini akan segera fungsional.
"Ini segera kita perbaiki. Kita ingin bagaimana mobilisasi barang dan manusia segera bisa lancar," kata Gubernur Riau yang biasa disapa Andi Rachman ini, Senin (4/12/17) seperti dilansir dari media center.
Secara umum, kondisi jalan di jalan lintas Lipat Kain - Lubuk Agung sampai Muara Selaya sudah dibeton dan diaspal. Sebagian lagi sudah dalam keadaan fungsional. Ada pun dua titik jalan rusak salah satunya di Sungai Raja, sudah disiagakan alat berat untuk dilakukan perbaikan.
"Kita sudah menempatkan dua alat berat. Mudah-mudahan segera jalannya difungsikan, khususnya dua titik ini. Sebagian besarkan sudah fungsional, beton bahkan tadi jalan yang beraspal panjang sekali," ungkap Andi.
Menurut Andi, saat ini jalan lintas alternatif yang menghubungkan Riau - Sumatera Barat via Lipat Kain ini adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau. Walau pun tahun depan tidak ada dianggarkan, namun mantan anggota DPR RI ini janji 2019, akan beton.
Bahkan Andi ingin, jalan yang ada di Desa Muara Selaya menuju Lubuk Bigau diperlebar untuk mendukung destinasi wisata air terjun tertinggi di Sumatera yang ada di daerah tersebut.
Sehingga, dengan semakin terbukanya akses jalan lintas Lipan Kain-Lubuk Bigau menuju Payahkumbuh Sumatera Barat ini, bisa menjadi jalan alternatif ketika terjadi bencana longsor yang acap terjadi di jalan lintas Teluk Kuantan-Kiliran Jao menuju Dhamasraya, Sumatera Barat.
"Memang 2018 kita tak menganggarkan daerah ini. Tapi 2019 kita coba rigid (beton) di sekitar jalan rusak itu. Kemudian jalan di Muara Selaya akan diperlebar, agar bisa menjadi rute alternatif Riau selatan menuju Sumbar," jelas Andi.
Sebagaimana diketahui, ruas jalan alternatif ini menghubungkan tak kurang dari 17 desa di Kampar Kiri dan kampar Kiri Hulu. Desa-desa tersebut masing-masing adalah: Desa Tanjung Mas, Desa Tanjung Harapan, Desa Danau Sontul, Desa Sungai Raja, Desa Sungai Rambai, Desa Sungai Harapan, Desa IV Koto Setingkai, Desa Sungai Sarik, Desa Muara Selaya, Desa Sei Asam, Desa Deras tajak, Desa Tanjung Karang, Desa Batu Sasak, Desa Kabun Tinggi, Desa Lubuk Bigau, Desa Tanjung Permai, Desa Pangkalan Kapas.(R04)
Listrik Indonesia

