SURABAYA (RIAUSKY.COM) - Melihat saldo ATM sebesar Rp 99 miliar tentu membuat siapapun terlena. Modus itulah yang digunakan Yahya Rochim,59, untuk memperdaya korbannya.
Pria asal Pare-pare, Sulawesi Selatan yang tinggal di Jalan Gili V/7 Pabean Cantikan Surabaya ini menunjukkan saldo miliaran rupiah untuk menyakinkan para korbannya Bahkan pelaku yang juga tinggal di Jalan Kedinding Gang Flamboyan, Kenjeran Surabaya itu, kerap mengaku sebagai pengusaha kelapa sawit di Brunai.
Alhasil setelah korban percaya, Yahyapun segara menguras uang yang ada di ATM korban.
Dalam menjalankan aksinya, pria yang akrab dipanggil abah Yahya ini dibantu oleh tiga rekannya yakni M. Fachrizal alias Awang alias Rendy,39, warga pria asal Rappang, yang tinggal di Kalingga Tengah No. 10 RT 6/ RW 16, Srondol Wetan, Semarang dan Nasir,54, asal Jalan Tanah Kusir, Kebayoran Lama Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Sedangkan satu pelaku lagi berinisial IS, saat ini masih buron dan sedang diburu Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan ketiga tersangka tersebut ditangkap pada Minggu (17/12). Mereka diamankan di lokasi berbeda.
Yahya ditangkap di rumah anaknya di Jalan Gili V/7 Pabean Cantikan Surabaya. Sedangkan dua tersangka lain yakni Rizal dan Nasir digerebak saat menginap di salah satu hotel di Jalan Ngagel Jaya Tengah IV Surabaya.
"Ketiga tersangka memang sudah kami buru sejak mereka melakukan aksinya pada pertengah Oktober lalu. Saat itu mereka berhasil menguras uang korban senilai Rp 45 juta," ungkap Kombes Pol Rudi Setiawan, Senin (18/12) seperti dilansir Radar Surabaya.
Listrik Indonesia

