RIAUSKY.COM - Bayi imut berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam keadaan menangis di halaman Pesantren Dar Faimah Jalan Yos Sudarso Kelurahan Cengkeh Turi Kecamatan Binjai Utara, Binjai, Sumatera Utara, Sabtu (25/8/2018) malam.
Bayi ini dibuang oleh orang tuanya.
Saat ini, bayi mungil yang diperkirakan masih berumur hitungan hari sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Djoelham Jalan Sultan Hasanuddin, Binjai, Sumatera Utara.
Setelah ditemukan Dinas Sosial Kota Binjai pun mengantarkan bayi ini ke Rumah Sakit Umum Djoelham, dan tanpa sengaja pihak rumah sakit rupanya mengetahui orang tua bayi tersebut, karena bayi tersebut dilahirkan di rumah sakit tersebut.
"Orangtuanya sudah diketahui ada KTP, tahunya pas mau diantar ke RS lah, orang RS-nya bilang kalau bayi ini yang dilahirkan sekitar Sabtu lalu," kata T Syarifuddin, Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Senin (27/8/2018)
Dijelaskan Syarifuddin orangtua bayi juga terlilit tunggakan utang untuk biaya penginapan, pengobatan, dan persalinan di rumah sakit ditandatangani sejak per tanggal 20 Agustus 2018.
Biaya persalinan yang seharusnya senilai Rp 5.270.700 baru dibayar Rp 1.5 juta, dan sisanya akan dicicil.
"Gak tahu apakah mungkin ada permasalahan keluarga soal motifnya. Tapi mereka ini ada tunggakan biaya persalinan di RSU Djoelham, masih ada utang mereka sekitar Rp 3,5 juta lagi, 1,5 juta baru uang yang dibayarkan, kena biaya Rp 5 juta. Kemungkinan, bukan gak sanggup bayar," katanya.
Direktur RS Djoelham Binjai, dr Sugianto dikonfirmasi membenarkan bahwa ada bayi yang diserahkan ke pihaknya adalah bayi yang pernah dilahirkan di rumah sakit tersebut, namun saat dilahirkan dia sedang di Jakarta.
Sebelumnya dari data yang diperoleh dari RSUD Binjai, bahwa KTP orang tua bayi yang ditinggalkan di rumah sakit tersebut adalah My, perempuan muda kelahiran tahun 1997 di Kecamatan Silinda, Serdangbedagai.
Namun belakangan ditemukan informasi bahwa pemilik KTP tersebut bukanlah orang tua si bayi.
"Benar itu KTP saya, namun bayi itu bukan anak saya. Itu anak teman saya, Fz. Kemarin itu dia pinjam KTP saya, alasannya dia sakit amandel dan hendak berobat, namun dia tidak punya BPJS dan KTP," ujar My seperti dilansir Tribun Medan melalui sambungan telepon, Senin (27/8/2018)
My pun memberikan KTP-nya dipergunakan Fz lantaran dia kasihan, karena temannya mengaku sedang mengalami sakit amandel yang sangat parah.
"Kata dia sakitnya udah parah, kasihan saya, saya kasihlah," ujarnya.
Ia menuturkan bahwa Fz tersebut adalah temannya satu kampus, namun berbeda jurusan, Fz Jurusan Tarbiyah dan sedangkan dia Jurusan Akuntansi.
"Kami memang satu kampus, beda jurusan kami. Kami berteman karena praktek kerja lapangan sama di Binjai, saya tidak begitu kenal dia seperti apa," ujarnya.
Ia pun menuturkan setelah tersebarnya KTP nya, keluarganya sangat marah, begitu juga dengan pacarnya.
"Keluarga besar saya marah besar, pacar saya juga, mereka sempat berprasangka buruk sama saya," ujarnya.
Meilya juga menuturkan bahwa dia sudah dihubungi pihak polisi untuk menanyakan hal tersebut, dia pun sudah menjelaskan siapa sosok ibu dari bayi yang ditemukan tersebut.
"Polisi tadi sudah menelpon saya. Terkejut juga saya tadi sempat. Tapi sudah saya jelaskan semua. Besok saya juga akan ke Binjai, untuk membuat penjelasan. Sekarang saya lagi di kampung kebetulan," ujar My.
Setahu My, Fz berpacaran dengan pria bernama Ib. Pihak rumah sakit juga memberikan data bahwa pria bernama Ib ini adalah warga Berngam Pratama II, Kota Binjai.
"Setahu saya dia belum menikah, dia memang berpacaran sama Ibxx itu. Saya tahu karena pernah si Ibxx menelpon dia," ujarnya.
My pun mengutarakan sangat kecewa dengan ulah temannya tersebut. "Tidak kusangka dia begitu bang. Soalnya dia tidak pernah cerita. Dia cuma cerita punya sakit amandel, padahal begitu rupanya," ujarnya.
Dia pun meminta tolong kiranya penjelasannya tersebut disebarluaskan.
"Keluarga saya benar-benar marah, jadi minta tolong supaya disebarluaskan penjelasan saya ini, supaya orang-orang yang sempat berpikir bahwa dia adalah pelaku pembungan bayi tersebut, tidak berpikir begitu lagi," ujarnya.
Sebelumnya Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Lengkap Terigan, menjelaskan bayi ini pertama kali ditemukan oleh orangtua santri yang sedang berkunjung menjenguk anaknya ke Pesantren, yakni Suparmi (48) warga Jalan KL Yos Sudarso Lingkungan II Tebingtinggi dan Santi Sitorus (32) warga JalanbAnwar Idris Tanjungbalai.
"Ada dua saksi yang pertama kali menemukan bayi itu, kedua saksi tersebut adalah orangtua dari santri Pesantren Dar Fatimah yang sedang mengunjungi anakya di Pesantren," katanya.
Awalnya, kedua saksi sedang duduk-duduk di ayunan yang ada di halaman pesantren bersama wali santri lainya.
Saat itulah saksi sempat melihat dua orang, yakni seorang laki-laki dan seorang perempuan yang tidak tampak wajahnya karena terhalang pepohonan di halaman Pesantren Dar Fatimah.
Dua orang itu mengendarai sepeda motor, lalu pergi meninggalkan lokasi lewat dari depan pintu gerbang Pesantren Dar Fatimah.
Kedua saksi mendengar suara rengekan tangisan bayi yang berjarak sekitar 40 meter antara tempat duduk saksi di ayunan dan muasal suara bayi di bawah pohon Mahoni halaman pesantren.
Keterangan dari saksi, saat ditemukan, bayi itu dalam kondisi beralas kain panjang bermotif batik dominasi warna cokelat.
Bayi juga terbungkus kerudung warna ungu, kondisi bayi sehat. Bayi itu terlihat bergerak-gerak, tali pusatnya masih tersambung dengan dijepit alat medis.
"Diperkirakan bayi tersebut dilahirkan sudah 3 hari. Saksi membawa bayi ke dalam Pesantren dan diberitahukan kepada pihak pengurus pesantren. Kemudian pihak pesantren memberitahu kepada Kepala Lingkungan serta Lurah. Saat Ini bayi dirawat pihak Pesanten Dar Fatimah," pungkasnya. (R02)
Listrik Indonesia

