JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Indonesia, saat ini menjadi nama dan identitas suatu bangsa.
Namun, tahukah kamu, siapa yang pernah pertama sekali menyebutkan kata Indonesia?
Fakta sejarah menyebutkan kalau nama Indonesia pertama sekali disebutkan oleh seorang pengamat sosial asal Inggeris, George Samuel Windsor Earl.
Dia menyebutnya dengan nama Indu-nesians, sebuah istilah etnografis untuk menjabarkan cabang ras Polinesia yang menghuni Kepulauan Hindia.
Namun, nama tersebut kemudian dia buang sendiri karena dinggap terlalu umum. Dia menggentinya dengan sebutan Malayunesians.
Kisah penyebutan nama Indu-nesians itu diungkapkan, Sejarawan Robert Edward Elson dalam buku The Idea of Indonesia, Sejarah Pemikiran dan Gagasan (2008).
Dalam bukunya itu, Elson dilansir dari kompas.com mengatakan, kata Indonesia pertama kali digagas pada 1850 dalam bentuk Indu-nesians oleh George Samuel Windsor Earl.
Earl, ketika itu sedang mencari istilah etnografis untuk menjabarkan cabang ras Polinesia yang menghuni Kepulauan Hindia. Namun, setelah menciptakan istilah baru itu, Earl langsung membuangnya karena terlalu umum.
Ia menggantinya dengan istilah yang dianggap lebih khusus, yakni Malayunesians.
Karena menurut, Earl istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepulauan sebelum orang-orang Eropa.
Seorang kolega Earl, James Richardson Logan tanpa mengindahkan keputusan Earl, memutuskan bahwa Indonesia adalah kata yang lebih tepat dan benar untuk digunakan istilah geografis bukan etnografis pada wilayah tersebut.
Logan, terus menggunakan kata 'Indonesia', 'Indonesian', dan 'Indonesians' dalam arti georgrafis secara relatif bebas dan tidak eksklusif.
Bahkan, Logan membagi Indonesia menjadi empat kawasan geografis terpisah, membentang dari Sumatera hingga Formosa (Taiwan).
Dikutip situs www. indonesia.go.id, James Richardson Logan adalah pencetus nama Indonesia.
Logan, sapaan akrabnya merupakan seorang pengacara yang lain di Berwickshire, Skotlandia pada 10 April 1819.
Sebenarnya ada dua orang yang terlibat dalam pencetusan nama Indonesia.
Pertama adalah George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan.
Bahkan, Earl, yang pertama menulis sebuah artikel dalam jurnal "The Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia" pada 1850.
Earl, menulis "The Malayunesian branch of this race".
Ia mengusulkan nama baru bagi penduduk Kepulauan Hindia dengan nama "Indu-nesians" atau "Malayu-nesian".
Namun, Logan yang menjadi kepala redaksi majalah tersebut berpendapat sedikit berbeda.
Logan, lebih memilih dan lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis.
Logan, berpendapat sebuah istilah geografis untuk membedakan wilayah kepulauan tersebut dengan wilayah lain.
Menurutnya, karena lebih singkat ketimbang istilah panjangnya "Indian Archipelago".
Memilih Indonesia sebagai nama wilayah kepulauan, dan penduduknya menjadi orang-orang Indonesia.
Penjelasan Logan adalah, wilayah Hindia atau "the whole Indian Region" merupakan wilayah daratan yang dibagi dua oleh Teluk Benggala.
Di bagian timur yang mendapat pengaruh dari India juga bagian dari keseluruhan wilayah.
Sehingga, Logan, mengusulkan nama India, Ultraindia, atau Transindia, dan Indonesia.
Jika digambarkan wilayah India diartikan antara Pakistan dan India Utara, India Selatan dan Asia Tenggara.
Berkembangnya Nama Indonesia
Pertama kali menjadi identitas gerakan politik oleh Organisasi Perhimpunan Indonesia.
Organisasi tersebut berdiri pada 1908 oleh para mahasiswa yang sedangkan melanjutkan studi Belanda.
Dikutip situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), awalnya organisasi tersebut bernama Indische Vereeniging, kemudian menjadi Indonesicche Vereeniging dan berganti menjadi Perhimpunan Indonesia pada 1925.
Pada 1925, nama Indonesia sudah diakui orang-orang di luar negeri.
Pada kongres kaum democrat Internasional di Bieryille dekat Paris dalam Tahun tahun 1926 nama Indonesia sebagai ganti les Indesne’erlandaises diakui berdasarkan prinsip “bahwa tiap-tiap bangsa berhak untuk menentukan nasib sendiri “.
Pada kongres Liga Anti Kolonialisme dalam bulan Februari 1927 di Brussel Perhimpunan Indonesia juga aktif menyuarakan kejahatan Kolonial.
Di Tanah Air, Perhimpunan Indonesia terus menyebarkan nama Indonesia lewat surat kabar.
Surat kabar tersebut kemudian didistribusikan kepada kenalan dan kawan-kawan untuk dipakai sebagai propaganda.
Perhimpunan Indonesia menjadi pionir yang mengenalkan kata Indonesia dalam arti sebuah kesatuan bangsa, kata Indonesia memiliki makna baru sebagai indentitas sebuah bangsa yang ingin merdeka.(R04)
Listrik Indonesia

