RIAUSKY.COM - Sejauh ini telah ada beberapa kandidat vaksin corona yang telah melalui tahapan fase ke-3 dari uji klinis vaksin Covid-19. Salah satunya ialah vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh hasil kerjasama antara perusahaan AstraZeneca dan Universitas Oxford.
Vaksin buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca ini diberi bernama AZD 1222 atau ChAdOxl nCoV-19. Vaksin ini menjadi salah satu kandidat terkuat vaksin covid-19 karena telah menjalankan uji klinis fase tiga atau fase akhir di Inggris, Brazil dan Afrika dengan menguji coba pada 20.000 relawan. Vaksin ini juga telah melakukan uji klinis di AS dengan merekrut 50.000 relawan.
Vaksin AstraZeneca Sudah Dipesan Berbagai Negara Besar
Sebagai salah satu kandidat terkuat dari penemuan vaksin covid-19 karena saat ini sudah masuk fase ke tiga, beberapa negara maju telah memesan vaksin Astrazeneca. Empat negara, yaitu Italia, Belanda, Jerman dan Perancis telah menyerahkan pembayaran uang muka sebesar US$843,2 juta untuk memesan 300 juta dosis vaksin.
Pemerintah AS pada bulan Mei 2020, telah memesan 300 juta dosis vaksin Astrazeneca dan menjanjikan kucuran dana sebesar US$1,2 miliar untuk mempercepat penemuan vaksin.
Indonesia Juga Membeli Vaksin AstraZeneca
Bahkan Indonesia pun turun ikut memesan Vaksin ini. Indonesia sendiri sudah melakukan kesepakatan Perjanjian Pembelian Awal (Advance Purchase Agreement) untuk pembelian kandidat vaksin AZD1222 AstraZeneca dari Oxford University. Pembelian tersebut, akan direalisasikan akhir Oktober.
Surat Pembelian awal dengan Indonesia ini bermaksud untuk pemesanan 100 juta dosis AZD1222 yang akan disediakan AstraZeneca melalui Fasilitas COVAX, yang juga bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia.
Dengan menandatangani kesepakatan Letter of Intent ini, Kementerian Kesehatan dan AstraZeneca memiliki tujuan untuk menyelesaikan perjanjian pembelian sebelum akhir Oktober, sehingga kami dapat memberikan akses ketersediaan vaksin Covid-19 kepada masyarakat Indonesia.
Sementara itu, AstraZeneca Indonesia tetap berkomitmen memberikan akses yang luas dan merata terhadap calon vaksin Covid-19 buatan perusahaannya di Indonesia. AstraZeneca menyatakan bahwa pihaknya melakukan kerja sama dengan banyak pihak, yaitu Universitas Oxford, pemerintah, organisasi kesehatan terkemuka seperti WHO, CEPI, dan GAVI, serta berbagai produsen untuk menyediakan vaksin secara luas dan merata.
Uji Klinis Vaksin AstraZeneca Sempat Dihentikan
Pada beberapa bulan yang lalu penelitian vaksin Covid-19 AstraZeneca di Amerika Serikat terhambat dan masih ditunda, karena salah satu relawan mendapat efek samping yaitu penyakit aneh yang jarang terjadi.
Hal itu tak menyurutkan Indonesia membeli vaksin tersebut. Walaupun ada berbagai informasi seperti itu, di beberapa negara, penelitian kandidat vaksin Covid-19 ini tetap dilanjutkan, termasuk di Jepang, Inggris, Brazil, Afrika Selatan, dan India.
Pihak Oxford University sendiri menyatakan bahwa wajar jika ada beberapa peserta tidak sehat dalam uji coba vaksin berskala besar ini. Menurut pihak Universitas Oxford, mungkin diperkirakan ada beberapa peserta yang kurang sehat dalam uji coba skala besar ini.
Calon vaksin ini telah selesai dalam uji klinis fase tiga, yang merekrut hingga 50.000 sukarelawan di Brasil, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan. Awal september lalu, AstraZeneca sempat menghentikan uji coba untuk tinjauan keamanan karena reaksi berlebih pada salah satu peserta di Inggris Raya.
Vaksin merupakan salah satu cara yang dinilai tepat untuk mencegah penularan Covid-19 yang tiada hentinya ini. Vaksin sangat dinantikan oleh seluruh negara di dunia, tidak terkecuali adalah Indonesia.
Untuk mengetahui kabar terbaru tentang vaksin Covid-19, bisa melihat di aplikasi ataupun website Halodoc. Karena selain memiliki layanan kesehatan berupa beli obat secara online, buat janji dengan dokter, dan juga konsultasi online dengan dokter, Halodoc juga memiliki berbagai informasi kesehatan yang kredibel. (*)
Listrik Indonesia

