Menteri Kesehatan Tak Ingin Ada Libur Panjang, ''Terbukti Meningkatkan 30-50 Persen Covid-19''

Menteri Kesehatan Tak Ingin Ada Libur Panjang, ''Terbukti Meningkatkan 30-50 Persen Covid-19''
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tak ingin ada liburan panjang selama pandemi Covid-19. 

Sebab, berdasar pengalaman, libur panjang berakibat pada peningkatan kasus virus corona. 

"Jangan sampai ada liburan panjang yang selalu terbukti secara empiris meningkatkan 30 sampai 50 persen, bahkan ada beberapa saat sampai 100 persen itu kita hindari," kata Budi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021). 

Budi mengatakan, saat ini, perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia sudah menunjukkan perkembangan yang baik. 

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro berdampak pada penurunan kasus aktif Covid-19, angka kematian pasien, dan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit turun. 

Budi meminta supaya hasil positif ini dapat terus dijaga dan semakin ditingkatkan. 

"Ditambah dengan vaksinasi juga programnya kombinasi yang baik, tolong kita jaga," ujarnya. 

Oleh karenanya, alih-alih melakukan mobilitas selama masa libur panjang, Budi meminta masyarakat patuh pada aturan PPKM mikro. 

Pembukaan beragam sektor dilakukan secara perlahan demi mencegah penularan virus.  "Sehingga rakyat tidak merasa letih kalau kemudian kasusnya naik lagi, kemudian kita harus mengerem kegiatan," kata Budi.

Budi juga mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus. 

"Jangan lupa untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan semoga kasus penularan Covid 19 terus bisa kita kendalikan," katanya.(R04)

Sumber Berita: kompas.com

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional