Dumai dan Pelalawan Catat Arus Investasi Masuk Terbesar Sepanjang Januari-Juni

Dumai dan Pelalawan Catat Arus  Investasi Masuk Terbesar Sepanjang Januari-Juni
ilustrasi

PEKANBARU (RIAUSKY)- Gubernur Riau Syamsuar mengumumkan total nilai investasi yang masuk dan serapan tenaga kerja yang tertampung dari aktivitas tersebut.

Pemerintah mencatat total investasi yang masuk baik modal dalam negeri (PMDN) maupun modal asing berkisar Rp23,08 triliun dari total sebanyak 2.834 proyek.

Angka tersebut adalah perolehan dari periode semester I Januari-Juni 2021.

Dari investasi yang masuk itu, total lapangan kerja yang terbuka yakni sebanyak 16.898 orang berasal dari PMDN serta 11.908 orang dari PMA.

''Serapan tenaga kerja terbanyak berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang sebesar 16.898 orang. Sementara, penyerapan tenaga kerja yang bersumber dari penanaman modal asing (PMA) sebanyak 11.908 orang,'' ungkap Kepala DPMPTSP Provinsi Riau, Helmi.

Ia menjelaskan, daerah yang paling banyak menyerap tenaga kerja dari PMDN dan PMA adalah Kota Dumai, yaitu dari 224 proyek dengan nilai investasi Rp8.527.947.320.000 dapat menyerap 2.887 TKI dan 13 TKA.

"Dumai mendomasi 37 persen penyerapan tenaga kerja PMDN dan PMA per lokasi Januari-Juni 2021 di Riau," jelasnya.

Kemudian, Kabupaten Pelalawan dari 128 proyek dengan nilai investasi Rp3.725.461.380.000 dapat menyerap 5.698 TKI dan 35 TKA. 

Pekanbaru dari 1.078 proyek dengan nilai investasi Rp2.564.064.960.000 dapat menyerap 3.231 TKI.

Selanjutnya, Kampar dari 295 proyek dengan nilai investasi Rp2.226.346.540.000 dapat menyerap 4.024 TKI. 

Siak dari 169 proyek dengan nilai investasi Rp1.219.913.840.000 dapat menyerap 5.875 TKI dan 1 TKA.

Lalu, Bengkalis dari 330 proyek dengan nilai investasi Rp1.162.811.640.000 dapat menyerap 894 TKI. 

Indragiri Hilir (Inhil) dari 185 proyek dengan nilai investasi Rp1.154.829.220.000 dapat menyerap 3.080 TKI.

Selanjutnya, Rokan Hulu (Rohul) dari 107 proyek dengan nilai investasi Rp996.339.360.000 dapat menyerap 1.584 TKI. 

Indragiri Hulu (Inhu) dari 168 proyek dengan nilai investasi Rp721.039.360.000 dapat menyerap 1.049 TKI.

Lalu, Kuantan Singingi (Kuansing) dari 59 proyek dengan nilai investasi Rp598.530.600.000 dapat menyerap 268 TKI. 

Rokan Hilir (Rohil) dari 72 proyek dengan nilai investasi Rp179.203.400.000 dapat menyerap 189 TKI dan 

Kepulauan Meranti dari 19 proyek dengan nilai investasi Rp8.491.800.000 dapat menyerap 27 TKI. (mcr)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional