98.000 Orang Meninggal Tahun Lalu, Begini Ancaman TBC yang Tak Kalah Dibandingkan Covid-19, Kata Budi Gunadi Sadikin

98.000 Orang Meninggal Tahun Lalu, Begini Ancaman  TBC yang  Tak Kalah Dibandingkan Covid-19,  Kata Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa penyakit Tuberkolosis (TBC)  merupakan salah satu ancaman nyata terhadap permasalahan kesehatan masyarakat di Tanah Air.

Begitu tingginya angka kasus tuberkolosis yang terjadi di Indonesia, menyebabkan pemerintah Indonesia ekstra serius dalam penanggulangannya. 

”TBC adalah salah satu penyakit menular yang tanpa kita sadari sudah puluhan tahun melanda Indonesia. Saya lihat datanya bahwa kasus aktif TBC di Indonesia tahun lalu ada sekitar 845.000 kasus ini lebih banyak dari kasus aktif Covid-19 yang sekarang 371.000,'' ungkap Budi Gunadi Sadikin saat peluncuran  Peraturan Presiden  Nomor 67 tahun 2021 Tentang Penanggulangan Tuberkolosis, Kamis (19/8/2021).

Begitu pun untuk angka kematian yang disebabkan TBC, dikatakan dia, ''Kematiannya juga tahun lalu catatan saya ada sekitar 98.000. Kalau kita bandingan kematian karena Covid-19 sejak Maret tahun lalu sampai sekarang jadi pada 1/2 tahun terakhir ada sekitar 120.000 Orang,'' sambungnya.

"Jadi kita melihat bahwa TBC ini banyak memberikan dampak kesehatan yang negatif bagi seluruh rakyat kita, saya memahami bahwa Indonesia termasuk negara tertinggi dari penderita TBC sehingga itu menjadi cita-cita dan target kami untuk bisa menurunkan nama Indonesia dari list negara tertinggi yang terkena TBC dan sekaligus mencapai target eliminasi TBC di tahun 2030." tegas  Budi Gunadi Sadikin.

Menyikapi persoalan serius yang juga dimunculkan dari penyebaran TBC ini, Kementerian Dalam Negeri juga mengungkapkan perlu sinergi dan dukungan untuk penanganannya.  

''Peran pemerintah daerah dalam menanggulangi TBC sangat penting yakni dengan melakukan beberapa strategi, mulai dari penguatan komitmen pimpinan dan  penyediaan anggaran yang memadai untuk penanggulangan TBC, pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan yang terlatih untuk mencapai target eliminasi TBC, serta strategi peningkatan akses pelayanan TBC yang bermutu dan berpihak kepada pasien,'' ungkap Dirjen Bina Bangda Dr.Hari Nur Cahya Murni, M.Si.

''Peran pemerintah daerah juga tidak terbatas pada 3 strategi yang sudah saya sebutkan tadi, tapi juga dalam peningkatan peran serta komunitas, pelaku kepentingan dan multisektoral yang ada di wilayah masing-masing,'' imbuh dia.

Penguatan manajemen program, sebut Nur Cahya, juga di perlukan dalam peran serta pemerintah daerah untuk penanggulangan TBC di masing-masing wilayah.(mg3)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional