PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- Pandemi Covid-19 telah meruntuhkan banyak sendi perekonomian. Tak hanya di Tanah Air, namun juga di banyak negara.
Namun, dibalik persoalan besar tersebut, pemerintah dalam hal ini dituntut untuk mencarikan solusi dan alternatif kebijakan untuk tetap bisa membangitkan potensi perekonomian, khususnya bagi dunia usaha, termasuk usaha kecil menengah, tak terkecuali para petani pekebun.
Selain menjadi objek dari kebijakan, para petani khususnya yang bergerak dalam sektor penyediaan hasil pangan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, diharapkan bisa berdaya, dan lebih produktif. Mungkinkah?
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru Alek Kurniawan tidak menafikan persoalan pelik tersebut.
Namun, selaku instansi yang diamanahkan untuk tetap menjaga stabilitas ketersediaan tanaman untuk kebutuhan pangan, juga menjadi pembina bagi para petani yang bergerak di sektor itu, Disketapang Pekanbaru harus tetap mencari jalan keluar untuk menghadapi hal tersebut.
Apalagi, hal tersebut juga menjadi catatan penting oleh Wali Kota Pekanbaru dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kota Pekanbaru.
''Pandemi Covid-19 telah membawa dampak krisis besar terhadap berbagai sektor, utamanya terhadap kesehatan dan ekonomi. Selain mitigasi terhadap sektor kesehatan dan ekonomi harus dipertahankan sebagai respon atas penurunan aktivitas masyarakat yang ekonominya terdampak secara langsung,” kata Wali Kota Pekanbaru Firdaus dalam Rapat Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) beberapa waktu lalu.
Hal tersebutlah yang menjadi perhatian serius Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Alek Kurniawan dalam melakukan penyusunan kebijakan strategis di bidang Ketahanan Pangan.
Apalagi, dalam tim PEN Kota Pekanbaru, Disketapang menjadi koordinator bidang Pertanian, Peternakan, dan Ketahanan Pangan.
Dengan penunjukan tersebut, Alek mengungkapkan, Disketapang harus mampu menyeimbangkan antara optimalisasi peran masyarakat dan pelaku usaha bidang pertanian, peternakan, dan usaha ketahanan pangan, mensinergikannya sesuai dengan kemampuan anggaran pemerintah, juga memastikan ketersediaan kebutuhan pangan untuk konsumsi masyarakat sehari-hari sekaligus menjadikannya sebagai potensi ekonomi yang diharapkan bisa berdaya di tengah himpitan pandemi Covid-19 ini.
Di sisi lain, dia juga tidak bisa menafikan bahwa dalam situasi ini, belanja pemerintah melalui APBD diharapkan bisa menjadi motor penggerak peekonomian. Sementara pemerintah juga dihadapkan pada persoalan tekanan pada penerimaan daerah.
''Memang sangat komprehensif, namun disanalah Disketapang harus mampu menyusun program secara teliti dan ekstra sabar,'' kata dia kepada wartawan.
Alek menjelaskan, ada atau tidak adanya Covid-19, sebenarnya isu-isu ketahanan pangan selalu menjadi yang strategis. Perlakuan kepada sektor pangan harus memadai kalau ingin “pangan berdaulat”.
Mengapa dia strategis? Alek menyebutkan karena pangan adalah hal yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia sehari-hari, yakni makan.
Artinya, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan sektor pertanian, tanaman pangan harus tetap bergulir untuk bisa menghasilkan produksi sektor pertanian dan pangan mandiri.
Dalam tugas pokok dan fungsi (tupoksi) ketersediaan dan kerawanan pangan, Alek bersama tim Disketapang dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya terus menggesa optimalisasi belanja kegiatan-kegiatan strategis di antaranya, peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan.
Kegiatan ini diwujudkan melalui Pemberdayaan Masyarakat lewat Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
Kenyataan yang harus diakui, sebagian besar sektor pertanian dibangun oleh petani dengan skala usaha yang relatif kecil.
Keadaan pelaku usaha pertanian tersebut semakin bertambah jumlahnya setiap tahun.
Tingkat kesejahteraan petani juga masih rendah.
Skala usaha pertanian yang kecil menghambat petani meningkatkan pendapatannya.
Sehingga, petani sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.
Peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dan pelaku usaha pangan mutlak harus dilakukan.
Program strategis yang telah dilakukan di Disketapang dalam rangka mengoptimalkan sektor ini adalah melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pengembangan Kawasan Mandiri Pangan (KAMAPAN).
Optimalisasi kegiatan P2L diarahkan melalui penyaluran stimulus bantuan untuk aktualisasi pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dalam pengembangan ketersediaan pangan yang beraneka ragam pada setiap rumah tangga dalam suatu kawasan.
Kawasan Mandiri Pangan
Kawasan mandiri pangan adalah kawasan yang dibangun dengan melibatkan keterwakilan masyarakat dalam rangka meningkatkan pengelolaan kelembagaan masyarakat untuk ketahanan pangan masyarakat.
Upaya kegiatan berupa pemberian bibit tanaman, infrastruktur dan belanja pendukung kegiatan penumbuhan terhadap Kelompok Tani (KT).
Dalam kurun dua tahun terakhir, kegiatan ini baru mampu melibatkan sebanyak 39 Kelompok Tani (KT)/Kelompok Wanita Tani (KWT).
Hanya saja, Alek juga menyebutkan, jumlah Kelompok Tani dan Kelompok Wanita Tani yang ada di Kota Pekanbaru berdasarkan aplikasi SIMLUHTAN Kementan sekitar 400 dengan rata-rata anggota per kelompok 25-30 orang.
Dana ini bersumber dari APBD dengan penguatan dari Dana Insentif Daerah (DID) tambahan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Ketahanan Pangan dan Pertanian.
“Artinya, kami baru dapat memberi stimulus kepada 10 persen dari total jumlah kelompok tani/kelompok wanita tani,” lanjut Alek.
Di era globalisasi ini, hanya pelaku bisnis yang efisienlah yang akan memenangkan persaingan.
Jika sebagian besar, pelaku bisnis pertanian di Indonesia adalah para petani dan pengusaha kecil yang terhimpun dalam organisasi ekonomi yang kuat, maka akan memperoleh manfaat (kesejahteraan) tidak hanya bagi dirinya namun juga bagi masyarakat.
Pemberdayaan Kelembagaan Kelompok Tani
Pemberdayaan kelembagaan kelompok tani merupakan serangkaian upaya yang sistematis, konsisten, dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya adaptasi dan inovasi petani.
Pemberdayaan kelompok tani memanfaatkan teknologi secara optimal dalam bingkai aturan main yang ada untuk mencapai tujuan bersama secara lebih efisien.
Terdapat tiga tahap (fase) dalam mewujudkan kesejahteraan petani.
Pertama, pemberdayaan organisasi petani yakni tahap pemberdayaan kelembagaan petani (pengembangan SDM, pengembangan teknologi dan rekayasa aturan main organisasi).
Kedua, pengembangan jaringan kemitraan bisnis (network business).
Ketiga, peningkatan daya saing (competitiveness).
Walaupun dalam keterbatasan, Alek menyebutkan bahwa program strategis ini telah diterapkan oleh Outlet Puan Berseri dan Pekan Pangan Madani.

Meninjau pelaksanan panen jagung di salah satu kelompok tani di Palas.
Program ini guna mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal melalui konsumsi pangan lokal dalam kegiatan-kegiatan di instansi pemerintahan dan instansi lainnya sebagaimana yang tertuang dalam Instruksi Wali Kota Pekanbaru Nomor 521/DKP/2432 Tahun 2020.
Wujud nyatanya ada pada tupoksi distribusi dan cadangan pangan yang direalisasikan dengan kegiatan revitalisasi dan penguatan kelembagaan petani dan pelaku usaha pangan melalui optimalisasi pemanfaatan Outlet Pangan Puan Berseri dan Kegiatan Pekan Pangan Madani.
Disketapang juga mendukung penuh pembentukan PT Sarana Pangan Madani (SPM) sebagai BUMD. Ke depannya, Alek juga mendorong terciptanya pengembangan korporasi usaha tani hulu hilir.
"Pada distribusi dan cadangan pangan, kami juga berusaha maksimal melalui kegiatan revitalisasi kelembagaan pangan melalui Outlet Pangan Puan Berseri dan Pekan Pangan Madani yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama PPM. Slogan kami adalah 'Petani Untung, Masyarakat Beruntung'. Kami juga mendukung penuh terbentuknya PT SPM menjadi BUMD Kota Pekanbaru," ungkap dia.
Outlet Pangan “Puan Berseri”
masyarakat. Outlet Pemasaran Usaha Pangan Bersama Secara Lestari atau disingkat 'Puan Berseri' pada dasarnya didirikan untuk menyediakan bahan pangan dari produk segar dan produk olahan yang terjangkau bagi
Produk ini disediakan langsung oleh binaan Disketapang melalui KWT dan KT serta UMKM di bidang pangan, Bulog, dan, vendor lainnya.
Sementara, Pekan Pangan Madani (PPM) yaitu sarana tempat berjualan (market place) penjualan produk-produk pangan segar dan olahan dari para Kelompok Tani (KT), Kelompok Wanita Tani (KWT), UMKM, dan pegiat usaha pangan lainnya yang ditaja secara rutin setiap pekannya (hari Kamis pagi) di Kantor Dinas Ketahanan Pangan pukul 08.00-12.00 WIB.
Kemudian, Disketapang juga melakukan optimalisasi kegiatan pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) dalam hal ini adalah komoditas beras.

Outlet PUAN BERSERI menyediakan bahan pangan dari produk segar dan produk olahan yang terjangkau bagi masyarakat.
Hal ini dalam rangka menindaklanjuti Surat Menteri Pertanian RI Nomor 91/KN.130/M/5/2020 tentang Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah juncto Instuksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 2020 tentang Menjaga Ketahanan Pangan pada saat tanggap darurat pandemic Covid-19.
Instruksi ini terkait pengadaan CPPD dalam rangka peningkatan kesiapan pangan untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Laporannya secara berkala dilaporkan kepada Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian.
“Kami juga menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk peningkatan kesiapan pangan untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19. Walaupun belum memenuhi standar (kuota yang diharapkan nasional), tapi kami telah menanggapi isu ini di awal dengan adanya Perwako sebagai payung hukumnya," sebut Alek.
Melanjutkan usaha yang dioptimalkan lainnya melalui pengawasan keamanan pangan segar.
Memang saat ini, kata dia, untuk pengawasan pangan segar ini Disketapang terkendala pendanaan yang belum memadai dan belum adanya laboratorium.
Kalaupun bisa dilakukan, sampel yang diperiksa juga masih dalam jumlah terbatas.
Pengawasan yang dilakukan dengan melakukan uji residu pestisida pangan segar asal tumbuhan menggunakan rapid test kit yang bahan (sampelnya) diperoleh dari sejumlah pasar.
Selain itu, proyek-proyek strategis yang sudah dituntaskan antara lain, dokumen Grand Master Plan Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru dan Grand Master Plan Kawasan siCANTIG (Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi).
Dua dokumen induk ini akan menjadi acuan dalam pengembangan kegiatan ketahanan pangan ke depannya.
siCANTIG merupakan suatu bentuk usaha Pemko Pekanbaru dalam memberikan edukasi dan sosialisasi sekaligus infrastruktur wisata pertanian yang mengedepan pembelajaran (edukasi) serta wisata agro yang menarik (entertainment).
Alek menerangkan untuk program ini, pihaknya menyiapkan 5 hektare lahan yang terletak di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai.
Kawasan siCANTIG merupakan kawasan agrowisata, lokasi pembelajaran budi daya pertanian, peternakan dan perikanan.
Di tengah kawasanitu dibuat miniatur Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), lumbung pangan, dan pengolahan pangan.
“Sesuai semangat edutainment, kami berharap lewat siCANTIG ini dapat memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang memadai dan menyentuh berbagai aspek strategis seperti agrowisata, pendidikan, budi daya pertanian dan perikanan, serta yang tak kalah penting itu adalah hiburan alam yang menarik,” terang Alek.
Semua kegiatan-kegiatan tersebut harus terdokumentasi dengan baik dan memadai. Makanya, inovasi dengan pendekatan teknologi informasi dalam layanan publik juga harus diperbaiki.
Hal ini yang pada akhirnya melahirkan inovasi yang dinamakan dengan sebutan siTANGAN alias Sistem Manajemen Informasi Ketahanan Pangan. Sistem Manajemen Informasi Pangan ini dibangun untuk menyediakan data dan informasi pangan yang valid dan terkini secara cepat melalui teknologi informasi. Dengan begitu, institusi maupun masyarakat dimudahkan mengakses informasi pangan tersebut dengan cepat.
“Kami punya rumah virtual yang kami sebut dengan siTANGAN. Kami akan mengisi rumah virtual ini dengan data-data strategis di ketahanan pangan," jelasnya.
Di kesempatan berikutnya, Alek juga sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Pekanbaru yang juga ikut berpartisipasi melakukan pendampingan, penyuluhan, pemberdayaan masyarakat dengan nilai stimulus dalam skala yang lebih besar lagi.
''Mudah-mudahan, Distankan mampu bersinergi dengan perannya masing-masing sehingga tidak ada mata rantai yang putus dalam menciptakan ketahanan pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilirnya,'' harap dia.(advertorial)
Listrik Indonesia

