JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat untuk memahami kebijakan pemerintah tetap mewajibkan pelaksanaan tes PCR bagi penumpang pesawat.
Kebijakan tersebut, dikatakan Luhut dilakukan karena pemerintah melihat risiko yang semakin meningkat dikarenakan saat ini, mobilitas mayarakat meningkat pesat beberapa minggu terakhir.
''Kami mendapat banyak juga masukan dan kritikan dari masyarakat terkait dengan kebijakan PCR ini. Mengapa kasus turun dan level PPKM sudah menjadi turun, justru ditetapkan kebijakan PCR untuk pesawat. Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir,'' kata dia.
Luhut menyebutkan, Indonesia belajar dari beberapa negara lain dalam memberlakukan relaksi Covid-19.
''Sekali lagi saya mengingatkan, kita belajar dari banyak negara yang melakukan relaksasi aktivitas masyarakat dan prokes dan kasus yang meningkat dahsyat. Meskipun tingkat vaksinasi mereka jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia,'' imbuh Luhut.
Dia mencontohkan seperti di Inggris, juga di beberapa negara lain. ''Sekarang untuk ketahuan kita saja, anda bisa google, apa yang terjadi dengan rumah sakit di Gladsgow, berpaa persen kenaikan di Roma, di Belanda, ini semua kita bisa belajar,'' imbuh Luhut.
Luhut juga meminta semua pihak jangan hanya melihat enaknya saja.
''Jadi saya mohon, kita jangan hanya melihat enaknya. Karena enak ini kita rileks yang berlebihan, nanti kalau sudah ramai jangan juga nanti ribut,'' lanjut dia lagi.
''Kita juga sudah cukup pengalaman, jangan kita emosional dengan apa yang kita lakukan. Saya bertanggung jawab dengan ini dan kalau ada yang kurang jelas dengan masyarakat, kami sangat siap untuk memberikan penjelasan. Dan kalau ada alternatif yang diberikan kami juga senang,'' lugas Luhut lagi..
Pemerintah, sebut Luhut lagi, juga memohon pada masyarakat untuk sekali lagi tidak bereuphoria yang akhirnya mengabaikan segala macam protokol kesehatan yang ada. Apa yang dicapai bersama hari ini tentunya bukanlah euforia yang harus dirayakan.
''Kelengahan sekecil apapun yang kita lakukan wujudnya akan terjadi peningkatan kasus pada beberapa minggu ke depan dan akan terjadi pengetatan- pengetatan yang kembali diberlakukan yang terus terang sangat melelahkan kita semua,'' harap dia.(R04)
Listrik Indonesia

