Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Akhir Tahun

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemerintah Tiadakan Cuti Bersama Akhir Tahun
Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri perhubungan Budi Karya SUmadi saat Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Mencegah terjadinya gelombang ketiga Covid-19 di Tanah Air, dikarenakan libur akhir tahun, pemerintah mengambil sejumlah keputusan.

Salah satunya adalah meniadakan cuti bersama terhitung  24 Desember 2021  yang akan datang.

Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri PAN-RB Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Cuti Bagi ASN Selama Hari Libur Nasional Tahun 2021.

Kebijakan ini  disampaikan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, bersama Menhub Budi Karya Sumadi, perwakilan Dirlantas seluruh Indonesia, Dishub seluruh Indonesia, Satgas Covid-19, beserta stakeholder terkait, yang diselenggarakan secara daring dan luring, pada Selasa (26/10). 

"Kita upayakan menekan sedikit mungkin yang akan berpergian. Dan ini sudah diberi pagar-pagar pembatasan. Mulai dari tidak adanya libur cuti bersama. Kemudian pelarangan  untuk mengambil cuti akan kita lakukan," ujarnya dilanir dari laman kemenko PMK.

Menurutnya, kebijakan tersebut memerlukan sosialisasi lebih masif kepada masyarakat yang dilakukan oleh pihak kepolisian, dinas perhubungan, dan juga media massa. Ini perlu dilakukan agar masyarakat lebih memaklumi keadaan yang ada dan tidak nekat melanggar.

"Saya mohon nanti ada kampanye besar-besaran untuk mengimbau masyarakat agar tidak berpergian. Tidak pulang kampung, atau berpergian atas tujuan-tujuan yang tidak primer," tuturnya.

Lebih lanjut, Muhadjir menerangkan, untuk mereka yang secara terpaksa harus berpergian di hari-hari libur tersebut perlu pemeriksaan syarat perjalanan yang lebih ketat.

Sebelumnya, antisipasi lonjakan kasus Covid-19  disebabkan libur natal dan tahun baru juga  disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat bersama kepala daerah pada Senin (25/10/2021) lalu.

''Dari pengalaman kita tahun yang lalu, natal dan tahun baru ini memberikan efek peningkatan penyebaran Covid-19 yang tidak kecil. Oleh sebab itu saya minta betul-betul agar dikelola, di atur sehingga natal dan tahun baru berjalan dengan tidak ada kerumunan,'' ungkap Jokowi.

Jokowi  juga mengungkapkan hasil survei  bahwa ada 19,9 juta orang yang ingin mudik berniat mudik, ini jumlah yang tidak sedikit. ''Inilah yang harus kita antisipasi, semua provinsi, semua kabupaten kota harus mengingatkan warganya agar natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana,'' imbau Jokowi lagi.

''Kita masih menghadapi kemungkinan gelombang ketiga yang tidak kita harapkan. Dan peran para gubernur, bupati wali kota, peran Pangdam, Danrem Dandim, peran Kapolda dan Kapolres dalam mensosialisasikan ini sangat-sangat penting sekali,'' imbau dia lagi.(R02)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional