PPKM Sebabkan Investasi Triwulan III 2021 Melambat

PPKM Sebabkan Investasi Triwulan III 2021 Melambat
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Pemberlakuan PPKM akibat merebaknya varian Delta Covid 19 bulan Juli 2021, menyebabkan realisasi investasi di triwulan III tahun ini mengalami perlambatan. 

Laporan Kementerian Investasi Badan Kordinasi Penanaman Modal ( BKPM ) menunjukkan, realisasi investasi pada triwulan III-2021 sebesar Rp216,7 triliun menurun 2,8 persen dibandingkan realisasi investasi pada triwulan II-2021.

Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020, realisasi investasi triwulan III-2021 masih tumbuh 3,7 persen.

"Kuartal ketiga tahun ini merupakan yang terberat, karena merebaknya kembali Covid 19 yang luar biasa," kata Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Rabu (27/10/2021).

Melambatnya realisasi investasi di triwulan III-2021 menyebabkan serapan tenaga kerja juga menurun hanya sebanyak 288.867 orang. Padahal serapan tenaga kerja pada triwulan I dan II serapan tenaga kerja mencapai lebih dari 311.000 tenaga kerja.

"Seperti kita tahu, pemberlakuan PPKM membuat aktivitas investasi jadi terhambat sehingga berdampak pada serapan tenaga kerja," ujar Bahlil. Dari realisasi investasi di triwulan III-2021, Penanaman Modal Asing ( PMA ) sebesar Rp103,2 triliun, menurun 11 persen dibandingkan PMA triwulan II-2021.

Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri ( PMDN ) sebesar Rp113,5 triliun, meningkat 6,8 persen dibandingkan PMDN pada triwulan II-2021. Dengan demikian, secara kumulatif dari bulan Januari-September 2021, realisasi investasi sudah mencapai Rp659,4 triliun atau 73,3 persen dari target investasi tahun 2021 sebesar Rp900 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM optimis di sisa dua bulan ke depan, target investasi tahun ini dapat tercapai.

"Ini bukan pekerjaan gampang. Butuh kerja keras. Tapi kami optimis bisa mencapai target investasi, karena kami sudah melakukan mapping dan masih ada investasi-investasi yang akan masuk. Buat saya optimis itu penting, tapi realistis dan terukur," tegas Bahlil.

Realisasi investasi sepanjang Januari-September 2021 masih didominasi oleh PMA sebesar Rp331,7 triliun. Sedangkan PMDN sebesar Rp327,7 triliun.

Lima negara dengan investasi terbesar hingga September 2021 adalah Singapura, Hongkong, Tiongkok, Jepang dan Belanda. 

Sedangkan dari sisi sektor usaha, lima sektor dengan investasi terbesar yaitu sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran; industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi; listrik,gas,air; sektor pertambangan.(R02)

Listrik Indonesia

Berita Lainnya

Index
Jasa Press Release Jasa Backlink Media Nasional