MUARA ENIM (RIAUSKY.COM)- Presiden Joko Widodo melakukan Ground Breaking proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimetil Eter (DME) di Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/1/2022).
Proyek dengan total nilai investasi sebesar Rp33 triliun ini, rencananya akan direalisasikan dalam waktu 30 bulan, dari target semula, yakni 36 bulan.
Itu disampaikan Menteri Investasi yang juga kepala BKPM, Bahlil Lahadalia saat memberi sambutan pada pembukaan acara.
Bahlil menjelaskan, proyek hilirisasi DME ini sudah mulai dilakukan pada tahun 2020 lalu dan di Dubai pada November akhir 2021 lalu, direalisasikan dalam bentuk penandatanganan MoU dengan Air Products.
Nantinya, kerja sama ini akan dilaksanakan antara PT Bukit Asam dan Pertamina juga Air Products di Sumatera Selatan.
Bahlil juga menjelaskan, pekerjaan ini akan membuka lapangan kerja bagi 12.000-13.000 bagi masyarakat. Itu, jelas dia, baru dari sektor konstruksi oleh Air Products saja.
Kemudian masih ada lapangan pekerjaan kurang lebih 11.000 sampai 12.000 dilakukan di hilir oleh pertamina. Ditambah lagi begitu eksisting berproduksi, ada 3.000 lapangan pekerjaan tetap yang langsung akan terbuka.
''Selain itu juga ada lapangan pekerjaan yang tidak langsung yang nantinya akan melibatkan kontraktor, sub kontraktor, multi plier effect-nya itu bisa 3 sampai 4 kali lipat dari yang ada,'' lugas Bahlil.
Adapun output dari gasifikasi ini, sebut Bahlil, adalah untuk mengurangi impor terhadap gas elpiji.
Impor elpiji Indonesia rata-rata dalam satu tahun 6-7 juta ton. Subsidi kita cukup besar.
''Dalam perhitungan kami, setiap 1 juta ton hilirisasi, kita bisa menciptakan efisiensi 6-7 triliun. Itu efisiensi dari subsidi,'' papar dia.
Karena itulah, sebut Bahlil, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mendukung program hilirisasi untuk melahiran subtitusi impor.
Sementara itu, Chairman President & CEO Air Products Seifi Ghasemi dalam sambutan singkatnya secara virtual sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang dilakukan antara perusahaannya dan pemerintah Indonesia dalam pengembangan DME ini.
Seifi Ghasemi mengungkapkan sangat merasa terhormat bisa terlibat dalam kegiatan ini.
Sebagai perusahaan gas global, Ghasemi mengungkapkan pihaknya betul betul berkomitmen untuk melanjutkan investasi pada proyek bernilai multi miliar dolar di Indonesia ini.
Dan dia berharap dengan kerja sama ini, akan mampu membawa perusahaan maupun seluruh masyarakat Indonesia untuk lebih maju dan sejahtera lagi.
Ikut hadir pada acara ini, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Dirut Pertamina Nicke Widyawati dan direksi PT Bukit Asam. (R02)

