PEKANBARU (RIAUSKY.COM)- PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah berkomitmen untuk membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam menurunkan kasus stunting atau anak kerdil di Riau.
Direktur RAPP, Mulia Nauli mengatakan bahwa salah satu bentuk komitmen perusahaannya adalah dengan melakukan program pendampingan kader Posyandu.
"Menurunkan kasus stunting ini tidak hanya sekedar cases by cases saja tapi juga harus memikirkan pencegahan hingga jangka panjangnya. Untuk itu, peran kader Posyandu sangat diperlukan," kata Mulia Nauli, Rabu (23/3).
RAPP sendiri telah melakukan pendampingan terhadap kader Posyandu di 290 posyandu yang tersebar di lima wilayah di sekitar operasional perusahaan bubur kertas tersebut.
"Kami dari dulu telah melakukan penguatan pendampingan ke Posyandu. Kader-kader Posyandu ini kami berikan pendampingan agar bisa memberikan pemahaman kepada para calon ibu agar tahu asupan yang baik untuk calon bayinya agar tidak stunting, dan bagi ibu yang sudah memiliki anak agar tahu gizi-gizi yang baik untuk anaknya agar tumbuh kembang anak baik. Sehingga stunting ini dapat dicegah," jelasnya.
Ia juga optimis dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah, maka angka stunting di Riau dapat diturunkan sesuai target.
"Sesuai arahan Pak Presiden RI Joko Widodo yang menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024, maka setiap tahunnya perlu terjadi penurunan sekitar 3 persen. Kami pun optimis angka stunting di Riau ini bisa terus menurun," ungkapnya. (mcr)
Listrik Indonesia

